KAJIAN ISLAM DAN KARYA PENA

KAJIAN ISLAM YANG MEMUAT HAL-HAL BERKAITAN TENTANG PENGETAHUAN ISLAM BAIK SADURAN ATAU KARYA ASLI. BAIK HAL AKIDAH, MUAMALAT, FIKIH ATAUPUN TASKIYATUN NUFS (PENYUCIAN HATI)

JUGA KARYA PENA UMUM BERUPA PUISI CERPEN DAN KARANGAN ATAU ILMU PENGETAHUAN UMUM DAN PENELITIAN ILMIAH
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

PANDUAN KESEHATAN UNTUK SANG BUAH HATI

PANDUAN KESEHATAN 

UNTUK SANG BUAH HATI


Judul
Panduan Kesehatan untuk Sang Buah Hati
Ukuran
16 x 20,5 cm
Penulis
dr. Avie Andriyani (Pengisi Rubrik Kesehatan Majalah As-Sunnah)
Penerbit
As-Salam Publishing 
Harga
Rp 62.500,-
Jumlah Halaman
222 Halaman
Berat Buku
1.000 gr
Jenis Cover
Hardcover 
Dimensi(L x P)
16 x 20,5 cm
Kategori
Islam 
Bonus
- 
Text Bahasa
Indonesia
Lokasi Stok
Gudang Tauhid Online, Kota Malang
KONTAK: 085649509998 (SMS Only)
KONTAK: 088803504925 (Whatsapp/Viber)
KONTAK: 7674909C (PIN BBM)








Setiap orang tua sangat mengharapkan anaknya tumbuh sehat, cerdas, shalih dan shalihah. Karenanya kesehatan anak dalam jasmani sangat diperlukan untuk menunjang berbagai aktivitas mereka. Belajar, mengaji, bermain, dan berbagai kegiatan sehari-hari akan terganggu ketika sakit melanda. Untuk itulah, perlu kiranya orangtua memiliki ilmu mengenai kesehatan anak. Tidak semua penyakit membutuhkan penanganan dokter atau ahli medis. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi masalah kesehatan dan merawat anak ketika sakit.

Dalam buku Panduan Kesehatan Anak ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai tumbuh kembang anak, penyebab dan cara mengatasi beberapa gangguan tumbuh kembang (terlambat bicara, terlambat berjalan, autis, dan disleksia). Selain itu, ada juga pembahasan mengenai berbagai penyakit yang biasa terjadi pada anak beserta penanganannya, kebiasaan buruk anak yang berdampak pada kesehatan, nutrisi terbaik bagi anak, dan pertolongan pertama pada kondisi darurat.
Kolom konsultasi akan menjadi selingan yang diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan seputar kesehatan anak yang sering ditanyakan para orangtua kepada dokter. Juga dilengkapi suplemen berisi panduan kesehatan untuk pendidik di sekolah, pengetahuan tentang antibiotik dan herbal, serta aneka tips kesehatan anak juga akan melengkapi khasanah keilmuan Anda. 

Pembahasan dalam buku ini diantaranya:
- Tumbuh Kembang Anak,
- Penyakit Pada Anak,
- Kebiasaan Buruk Anak,
- Nutrisi Untuk Anak,
- Pertolongan Pertama Untuk Anak,
- dan pembahasan lain yang sangat penting untuk diketahui.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan umum (non medis) dan sangat mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sangat cocok untuk dimiliki para orangtua, calon orangtua, dan para guru di sekolah. Hadir dengan edisi hardcover dan cetakan art paper berwarna (full color) agar semakin menarik.  Selamat membaca...!
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

Selasa, 09 September 2014

MENYAMBUT BUAH HATI

Buku Menyambut Buah Hati
Bekal Menyiapkan Anak Sholeh di Masa Golden Age 

JudulMenyambut Buah Hati - Bekal Menyiapkan Anak Saleh pada Masa Golden Ages  
No. ISBN9796027637237 
PenulisIbnu Qayyin Al-Jauziyah 
PenerbitAQWAM MEDIKA 
Tanggal terbitJuni - 2014 
Jumlah Halaman- 
Berat Buku700 gr
Jenis CoverHard Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriIslam 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Lokasi StokGudang Tauhid Online, Kota Malang







  
Anak adalah karunia Allah yang tak ternilai harganya. Karena itu, kehadiran seorang anak tidak boleh disia-siakan begitu saja. Sejak dalam kandungan hingga terlahir ke dunia dan menginjak usia remaja, seorang anak harus diperlakukan istimewa, dididik dan dipersiapkan secara matang agar menjadi buah hati yang membahagiakan, baik di dunia maupun di akhirat.
Buku ini adalah karya Ibnul Qayyim al-Jauzi, seorang ulama terkemuka yang sudah tidak asing lagi. Dengan gaya penulisan yang lugas, sederhana, dan mudah dicerna, penulis mengurai setiap persoalan yang berkaitan dengan anak, mulai dari persoalan fikih hingga bagaimana mempersiapkan masa depan sang anak. Karena itu, buku ini perlu dibaca dan dimiliki.
Buku Menyambut Buah Hati Bekal Menyiapkan Anak Shaleh pada Masa Golden Age Pembahasan lengkap seputar etika menyambut kelahiran bayi dan pengasuhan anak di usia dini.
Bagi para suami dan istri kebahagiaan hidup berumah tangga akan terasa lebih komplit dan bermakna manakala sang buah hati telah hadir di tengah-tengah mereka. Dan, menjadi konsekuensi bagi mereka yang telah diberi ‘amanat ilahi’ untuk mengasuh dan mendidik anaknya di atas rel-rel syari’at. Islam sebagai agama yang sempurna telah membahas secara detaill dan gamblang tentang seluk beluk permasalahan anak dan pengasuhannya.
Buku ini adalah sebuah kitab monumental karya Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah rahimahullah yang membahas hukum-hukum bayi yang terkait dengan pengasuhannya di usia dini dari seputar masalah aqiqah, mencukur rambut, memberi nama bayi, khitan dan air seninya, masalah menindik telinga bayi dan juga tentang prinsip-prinsip pendidikan anak dan berbagai tahap perkembangannya.
Sehingga, buku ini hadir sebagai sebuah buku yang elok dalam subtansi bahasannya, yang begitu istimewa dibanding buku-buku tentang anak lainnya. Inilah sebuah kado istimewa yang dapat memperkaya khasanah keilmuan Anda dan menjadi modal berharga dalam mengasuh dan mendidik buah hati. Selamat membaca!
Buku Ini merupakan terjemahan dari kitab Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud karangan Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah.
Buku yang menarik dan bekal yang cocok untuk pasangan orang tua muda 

Harga hanya Rp. 88.000,- (belum termasuk ongkir) plus bonus buku nama islami pilihan.

PEMESANAN HUBUNGI:
ARNANDA
0856 4950 9998 (SMS Only)
08880 350 4925 (Whatsapp/Viber)
7674909C (PIN BBM)
Alamat: Jalan Pekalongan No. VI-A Kota Malang

untuk Akhowat/Ibu-Ibu, Hubungi
PUTRI RIANTI
0857 935 40898 (SMS/Whatsapp/Viber)
7D486FDC


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

Senin, 25 Agustus 2014

SETELAH KESULITAN (PASTI) ADA KEMUDAHAN

بسم الله الرحمن الحيم
SETELAH KESULITAN (PASTI) ADA KEMUDAHAN


Judul Indonesia   : Setelah Kesulitan Ada Kemudahan
Penulis               : Syaikh Muhsin bin Ali At-Tanukhi
Penerbit             : Al-Kautsar
PEMBELIAN
Kontak Ikhwan
Harga                 : Rp 132.000 (belum termasuk Ongkos Kirim)
Kontak                : 0856 4950 9998 (SMS Only) atau 081 333 449 400 (Whatsapp/Viber)/7674909C (BB)
a.n Penjual          : ARNANDA, SE., ME.
Kontak Akhowat
Kontak                : 085793540898 (SMS/Whatsapp/Viber), 7D486FDC (PIN BBM)
a.n Penjual  : PUTRI RIANTI

Dengan Menyebut Asma Allah. Segala Puji Hanya Milik Allah, Tuhan Semesta Alam. Semoga shalawat serta salam tetap tercurah kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Amma ba’d.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang agung,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyrah: 5-6)
Allah memberikan penegasan, bahwa setiap ujian adalah hal yang PASTI akan ditemui semua manusia. Semua manusia akan mengalami sedikit ujian dengan ragam dan variasi yang bermacam-macam, untuk menguji siapa di antara manusia yang beriman.
Sebagaimana Allah berfirman,
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali” (QS. Al-Baqarah: 155-156).
Seluruh cobaan itu tidaklah berarti bagi orang-orang yang beriman kecuali bertambah mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Bagi orang-oran yang kurang imannya, ujian yang datang boleh jadi akan menjadikan mereka merasa sempit, tersiksa, terkurung, bahkan merasa bahwa hidupnya tidak berarti. Keputus asaan bertambah dan bertambah terasa baginya. Ia tidak mengetahui hakekat cobaan itu, dan tidak pula mengetahui hakikat Kasih Sayang Allah Yang Maha pengasih dan Penyayang.
Bagi orang-orang yang beriman dan kuat imannya, maka mereka akan menikmati ujian itu. Bahkan ada sebagian para ulama, yang mereka justru senang dan berlezat-lezat dengan ujian yang menimpa mereka tatkala ujian itu didatangkan atas mereka. Mereka yakin, itu adalah hadiah CINTA dari Allah atas mereka.
MENGAPA mereka bisa merasakan kelezatan dalam musibah? Tentu kuncinya ada pada Al-Qur’an/Firman Allah khususnya ayat yang telah disebutkan di atas. Bagaimana aplikasinya? Bagaimana tafsirannya? Bagaimana pula kita harus menyikapinya agar ujian itu benar-benar terasa lezat dan meyakini akan datangnya kemudahan setelah kesulitan?
Syaikh Muhsin bin Ali At-Tanukhi, seorang ulama besar yang telah berpengalaman dalam bidang pembersihan jiwa dan tafsir telah menuliskan kitab yang sangat fenomenal untuk dibaca kalangan awam maupun ulama lainnya. Kitab berjudul “Setelah Kesulitan Ada Kemudahan” telah membantu banyak manusia untuk lebih meyakini Janji Allah, Yang Tidak Pernah Menyalahi JanjiNya untuk menghadapi kesulitan yang dihadapinya.
Kitab yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang Mukmin yang terus ingin membersihkan jiwanya, dan ingin terus menambah imannya terhadap janji Allah dalam menghadapi kesulitan yang tentu akan datang kemudahan setelah dia bersabar. Tidak hanya teori yang disampaikan dalam kitab ini, akan tetapi praktik-praktik nyata dari orang-orang Shalih terdahulu menambah rasa dan benarnya janji Allah. Tidak hanya teori semata, akan tetapi kisah yang benar-benar nyata, janji yang benar-benar terwujud dari orang-orang yang shalih.
Maka buku ini diharapkan dapat menambah keimanan dan dapat menambah keyakinan kita serta dapat meringankan ujian yang menimpa kita. Tentu Allah telah berjanji, “SESUDAH KESULITAS (PASTI) AKAN DATANG KEMUDAHAN” tatkala kita beriman dan beramal shalih. Semoga bermanfaat ^-^

Peresensi:
ARNANDA AJI SAPUTRA, SE., ME


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

Jumat, 11 Juli 2014

CERITA KISAH NYATA CINTA DAN KEAJAIBAN ALLAH DI DUNIA


CERITA KISAH NYATA CINTA 

DAN

KEAJAIBAN ALLAH DI DUNIA


Judul                : Meniti di Atas Kabut
Penulis              : Abu Umar Basyier
Penerbit            : Sahifa Publika, Malang
Tebal Halaman   : iii + 277 halaman

PEMBELIAN
Harga           : Rp 40.000 discount 5% (belum termasuk Ongkos Kirim)

Kontak      : 0856 4950 9998 (HP) atau 081 333 449 400 (Whatsapp/Viber) atau 7674909C (PIN BBM)

a.n Penjual    : ARNANDA AJI SAPUTRA (ARNANDA)
Email           : paranggaruda@gmail.com

Kehidupan merupakan sebuah misteri bagi para makhluk, tak terkecuali manusia. Misteri itu akan terkuak, tatkala hari demi hari silih berganti membentuk lembaran salinan kitab Ilahi. Manusia boleh berduga-duga, membuat persiapan dan mengira-ira apa yang bakal terjadi, tetapi ada banyak keajaiban yang muncul tatkala manusia tengah berputus asa. Ada juga yang hilang harapan tatkala manusia sudah sangat yakin akan mendapatkannya, tetapi apa yang dia dapatkan telah dilenyapkan darinya. Inilah ujian, kesenangan dan kesedihan. Tak selamanya senang tak selamanya pula bersedih.

Bila kejadian-kejadian kehidupan itu direkam dengan memori manusia kemudian ditorehkan dengan tinta menggunakan kata-kata emas dan rangkaian cerita yang apik, akan menjadi sebuah novel dalam kehidupan. Indah, sangat indah bahkan lebih indah dari fiksi terbaik sekalipun. Inilah beda antara alur kehidupan yang ditulis secara fiksi dengan alur kehidupan yang ditentukan oleh Allah, Tuhan Semesta alam kemudian ditorehkan oleh manusia ke dalam sebuah buku.

Abu Umar Basyir, adalah seorang ulama nasional sekaligus penulis buku-buku Islami. Tidak hanya itu, beliau mengenal banyak orang yang unik. Unik, bukan karena orangnya yang aneh, akan tetapi unik karena alur kehidupannya yang sangat indah. Abu Umar Basyir tak melewatkan begitu saja cerita-cerita dan kisah kehidupan teman-temannya, bahkan kisah kehidupan dirinya. Beliau torehkan kisah kehidupan itu dalam lembaran-lembaran buku yang berjenis novel. Banyak karya beliau yang menarik untuk dibaca, isinya penuh dengan hikmah kehidupan dan pelajaran.

Salah satu karya beliau yang cukup fenomenal berjudul “MENITI DI ATAS KABUT” sedikit dari cerita ini adalah berkisah tentang tokoh utama bernama Abbas: “Abbas tidak pernah menyangka dia akan menemukan keajaiban di dalam hidupnya. Bagaimana tidak, pemuda biasa seperti dia dengan masa lalu yang awut-awutan, bahkan nyaris kelam justru berjodoh dengan wanita cantik dan begitu shalihah. Banyak orang bahkan dirinya sendiri pun tidak percaya akan menjadi suami dari wanita yang ilmu agama dan kemuliaan pribadinya sangat istimewa.

Bagi Abbas, itulah rezeki Allah yang paling berharga. Azizah, sitri tercintanya sangat mempengaruhi titik balik arah hidupnya untuk meniti jalan kebenaran. Namun, perubahan itu menghadapkannya pada tantangan dari saudara-saudaranya. Tantangan yang akhirnya menjadi ujian besar bagi kehidupan rumah tangga Abbas. Bagaimana Abbas dan istrinya, Azizah melewati tantangan itu?”
Kitab ini sangat nyaman dibaca, bahasanya lugas dan gamblang. Walaupun demikian, keindahan sastra tampak pada setiap torehan-torehannya. Hikmah-hikmah kehidupan disampaikan di sela-sela cerita, jadi tidak membosankan. Dalil-dalil syar’i dari Al-Qur’an dan Sunnah menjadi sebuah hal yang indah untuk menarik hikmah yang mendalam dari sebuah kehidupan. Selain itu, cetakan yang rapi, kertas dan cover yang mendukung keindahan buku ini. Memang walau tak terkait isi, akan tetapi semuanya turut mendukung rasa penasaran kita untuk mendapatkan buku ini dan membacanya.

Kelemahan dari buku ini hampir tidak ada secara kasat mata. Akan tetapi, manusia tidak luput dari kesalahan. Beberapa huruf yang kurang tidak menyebabkan fatal buku ini, begitu juga kutipan yang mungkin satu atau dua kurang jelas, juga tidak memfatalkan buku ini. Bentuknya novel, lebih ringkas dan dari sekian panjang alur kehidupan manusia diringkas menjadi 276 halaman. Sehingga banyak peristiwa yang disingkat dalam penulisannya, hal ini wajar tatkala kita merekam kehidupan seseorang. Tak mungkin ditulis semuanya, karena di dalamnya tentu terdapat aib yang harus ditutupi, hal-hal yang tidak diketahui dan tempat-tempat atau situasi yang tak pantas ditorehkan baik secara syariat atau secara adab-adab dan budaya.

Maka buku ini layak untuk dimiliki, dibaca dan direnungkan isinya. Semoga bermanfaat. Allahu al-musta’an.

Peresensi:
ARNANDA AJI SAPUTRA, SE., ME 
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

Senin, 07 Juli 2014

MURTAD TANDA SADAR DI IAIN



(Resensi dari Buku Ada Pemurtadan di IAIN)

بسم الله الرحمن الرحيم


Judul                 : Ada Pemurtadan di IAIN
Penulis              : Hartono Ahmad Jaiz
Penerbit             : Al-Kautsar Media
Tebal Halaman  : 244 hal + XXXVI
Harga                 : Rp 48.000
Pemesanan         : Click judul "Serigala Berbulu Domba"


Segala Puji Hanya Milik Allah, hanya Dia-lah pemilik segala kesempurnaan dan segala kemuliaan. Dia tidak membutuhkan semua makhluk di semesta ini, karena Dia Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Siapa yang beriman tak membuat Dia merasa butuh dengan itu, dan siapa yang kafir maka Dia pun tak kan pernah turun derajadNya untuk selamanya. Semoga Shalawat serta keselamatan selalu terlimpah kepada Rasulullah, Muhammad ibn Abdillah beserta seluruh ahlul baitnya, seluruh para sahabatnya dan juga umatnya yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zamman. Amma ba’d.
Allah Jalla wa ‘Alla berfirman, (artinya)
“Di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,’ pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah: 8).
Dari Firman Allah tersebut diketahui bahwa ada orang-orang yang mengaku beriman akan tetapi sebenarnya hatinya tidak beriman. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui Yang Nampak dan Yang Ghoib, Dia pulalah yang mengetahui isi hati. Orang yang berkarakter seperti ini dinamakan orang Munafik.
Allah banyak berfirman untuk menerangkan ciri-ciri orang-orang munafik agar hamba-hambaNya mengetahui bahaya munafik ditinjau dari dosa-dosanya, hukumannya di akhirat dan juga bahaya makarnya terhadap kaum Muslimin. Bahaya makar kaum Munafik ini sangat berbahaya dan lebih berbahaya daripada orang-orang kafir. Sebagaimana Allah berfirman, (artinya),
“Dan bila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi’. Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”
Kerusakan-kerusakan yang dimaksud oleh Ibnu Katsir dan beberapa ulama ahli tafsir adalah kerusakan yang terfokus pada masalah agama. Karena makar mereka banyak orang yang terjerumus kepada jalan kesesatan hingga akhirnya pengikut-pengikut orang munafik tersebut terseret ke neraka sedangkan mereka tidak menyadarinya.
Makar orang-orang munafik pada jaman Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam sangatlah tersembunyi. Mereka seakan-akan melakukan ketaatan akan tetapi tatkala sudah berada di belakang kaum Muslimin, yaitu saat mereka bercengkerama dan berkumpul dengan orang-orang Kafir, maka mereka pun berpaling dari keimanan mereka. Allah berfirman untuk menerangkan sifat orang-orang munafik yang bersikap plin-plan ini, (artinya)
“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok."
Beberapa ahli tafsir menerangkan bahwa yang dimaksud setan-setan mereka adalah orang-orang yang mereka kagumi, ikuti, dan dijadikan pemimpin dari kalangan orang-orang kafir. Kekaguman mereka terhadap orang-orang kafir hanyalah karena ambisi mereka untuk meraih dunia. Sebagaimana kisah sejarah munculnya kaum Munafik dalam agama yang dibawa Rasulullah Muhammad ibn Abdillah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah saat Beliau berhijrah ke Madinah. Di situlah Abdullah ibn Ubay ibn Salul tidak setuju dengan sikap penduduk Madinah yang mengangkat Rasulullah sebagai pemimpin, karena sebelumnya memang Abdullah ibn Salul-lah yang rencana akan dipilih sebagai pemimpin.
Demikian pula di Indonesia, negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam pun ada yang tidak senang bila hukum di Indonesia menggunakan hukum Islam. Dengan berbagai cara mereka meredupkan cahaya Allah di Bumi Indonesia agar mereka (kaum Munafil) mendapatkan bagian dari harta benda orang-orang kafir atau sedikit dari kebebasan yang semu.
Berbagai cara mereka tempuh, mulai melalui media hingga masuk ke sistem pendidikan. Belum puas dengan itu, pendidikan yang berbasis agama-pun dijadikan alat oleh orang-orang Munafik untuk menjauhkan kaum Muslimin yang teguh kepada agamaNya. Mereka mencetak generasi muda Islam dengan sebuah faham baru yang datang dari orang-orang Kafir baik yang datang dari Barat maupun Timur. Upaya mereka ini diklaim untuk memberikan kemajuan pada Islam, melakukan perbaikan dan alasan lain yang mereka utarakan secara ilmiah, namun pada dasarnya mereka adalah kaum yang paling merusak. Itulah kaum Munafik di Indonesia, mereka tega untuk merusak generasi Muslim melalui jalur pendidikan agama.
IAIN (Institut Agama Islam Negeri) atau UIN (Universitas Islam Negeri), sebuah lembaga pendidikan tinggi Agama Islam tidak luput dari upaya kaum Munafik untuk mengusung makar mereka agar generasi muda tidak menjadi orang yang teguh memegang agama. Mereka mengusung faham pluralisme, demokrasi, liberalisme, dan isme yang datangnya bukan dari Islam, tetapi mereka katakan bahwa hal itu merupakan sebuah pembaharu yang positif namun hakekatnya merusak. Mereka melakukan itu tidak lain karena mereka mendapat kucuran dana dari orang-orang Kafir baik di Barat Maupun di Timur.
Melihat fenomena yang menyedihkan ini, Ust. Hartono Ahmad Jaiz yang merupakan mantan alumni IAIN mencoba membedah fakta yang beliau temukan di dalamnya. Beliau merupakan alumni IAIN yang (alhamdulillah) tidak terpengaruh dengan promosi pluralisme dan isme Kafir lainnya. Oleh sebab itu beliau berani membuka kedok yang tersembunyi dan fakta yang sangat mengejutkan. Makar kaum Munafik di IAIN bukan hanya sebatas menjauhkan dari sisi ushul fiqih semata namun sudah masuk ke ranah aqidah. Filsafat dan Metode Tafsir Hermeneutika merupakan dua senjata perusak Kaum Muslimin generasi muda yang sangat hebat, hingga mahasiswa baru di jurusan Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Jati (Bandung) pun diajak oleh seniornya meneriakkan “Anjing hu akbar”.
Saat peresensi meng-cross check kepada salah satu mahasiswa IAIN Sunan Gunung Jati (Bandung) tentang peristiwa itu, dia berkata bahwa itu maknanya harus dicerna secara syariat. Bahwa saat ini banyak orang yang memuja dunia, sehingga mereka secara filsafat menuhankan dunia yang oleh Rasulullah Shallalhu ‘alaihi wa sallam dianggap lebih rendah dari bangkai kambing yang cacat. Mereka menyindir bahwa dunia dijadikan yang maha besar, maka mereka pun menriakkan kalimat yang terkesan munkar tersebut.


Secara ilmiah, hal ini diterima oleh kalangan intelektual dan mahasiswa yang ‘bodoh’ lagi ‘polos’, padahal secara fiqih dan aqidah tetaplah hal itu tidak bisa dibenarkan. Karena perkataan adalah yang dipertanggung jawabkan dan perkataan haruslah jelas yang haq adalah haq, dan yang batil adalah batil. Filsafat hanyalah membingungkan dan bisa menyeret pada KEMURTADAN. Sisi kedua bila mereka berkata demikian, maka tidak bisa diterima juga, karena ternyata tertangkap video mahasiswa itu menyatakan, “Kita sekarang berada di AREA BEBAS TUHAN.” Mana mungkin Allah membuat sebuah tempat dimana Ia tidak mampu atau tidak mau mengurus hamba-hambaNya, hingga manusia pun dibebaskan berbuat apapun di area tersebut? Ini merupakan PEMURTADAN DI IAIN.
Inilah secuplik apa yang dipaparkan oleh Ust. Hartono Ahmad Jaiz hafidzahullah dan masih banyak lagi hal yang perlu kita perhatikan. Khususnya bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya di IAIN, UIN maupun STAIN atau STAIS, harus benar-benar selektif. Ust. Ust. Hartono Ahmad Jaiz juga memberikan alternatif yang harus ditempuh para orang tua yang akan memasukkan anaknya pada pendidikan jenjang perguruan tinggi.
Hanya saja, kekurangan dari buku ini tidak disertakan secara gamblang alternatif bagi mahasiswa yang sudah terlanjur masuk ke perguruan tinggi semacam IAIN dan UIN. Begitu pula tidak disertakan bagaimana orang tua seharusnya memperlakukan anak-anak mereka yang sudah terlanjur memasuki UIN, IAIN, STAIN khususnya di Fakultas Ushuluddin yang oleh banyak orang diplesetkan dengan nama Uculuddin (Agama yang lepas).
Bagaimanapun buku ini sangat penting untuk kita baca, menarik dan mengejutkan. Khususnya bagi orang tua yang kurang memahami seluk-beluk STAIN, STAIS, IAIN, UIN yang mereka telah mengubah beberapa mata kuliah dan pengajarannya. Menjejelakan faham yang tidak sepantasnya untuk dimasukkan kepada Kaum Muslimin. Karena sejujurnya banyak sekali orang tua yang menganggap sekolah tinggi agama semuanya baik, karena belajar agama. Mereka tidak tahu bahwa ada serigala berbulu domba yang siap mencabik-cabik mahasiswa yang polos itu dengan taring hermeneutika dan cakar filsafat. Oleh sebab itu bagaimana perasaan orang tua tatkala sang anak keluar dari Sekolah Tinggi Islam sudah jauh dari Islam yang dimaksudkan Allah dan RasulNya, bahkan mereka sudah masuk kategori MURTAD tanpa sadar.
Bagaimana pula pertanggungjawaban orang tua terhadap anaknya yang sudah murtad padahal orang tua adalah mengharapkan mereka menjadi anak yang unggul di bidang agama, menjadi bertakwa dan sholih/sholihah, bahkan harapan mereka mampu mencetak ulama sebagaimana Buya Hamka, Kyai Agus Salim, Kyai Ahmad Dahlan, dan Kyai Hasyim Asy’ari, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro dan sederet nama ulama Muslim yang teguh membela Islam?
Oleh sebab itu rujuklah kitab ini wahai orang tua.

Diresensi oleh:
ARNANDA AJI SAPUTRA, SE., ME. (Pengelola Tauhid Online Store)



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami