KAJIAN ISLAM DAN KARYA PENA

KAJIAN ISLAM YANG MEMUAT HAL-HAL BERKAITAN TENTANG PENGETAHUAN ISLAM BAIK SADURAN ATAU KARYA ASLI. BAIK HAL AKIDAH, MUAMALAT, FIKIH ATAUPUN TASKIYATUN NUFS (PENYUCIAN HATI)

JUGA KARYA PENA UMUM BERUPA PUISI CERPEN DAN KARANGAN ATAU ILMU PENGETAHUAN UMUM DAN PENELITIAN ILMIAH
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

DEKLARASI NASIONAL PENYELAMAT NKRI

DEKLARASI NASIONAL PENYELAMAT NKRI
“Pasukan Penyelamat NKRI dari Aliran Sesat, Syi’ah, dan Komunis Gaya Baru”

Bismillahi wal hamdulillah, Asholatu wa salamu ‘ala Rasulillah Muhammad Shalalalhu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa shohabihi wa ummatihi ila yauml akhirin. Amma ba’d.

Muqodimah
Segala Puji hanya milik Allah, Dialah Yang Maha Kuasa dan Dialah yang Maha Kuat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim, (artinya) “Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.[1]
Indonesia merupakan negara dengan beraneka ragam, suku, dan budaya. Namun di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Islam, merupakan agama satu-satunya yang diridhoi oleh Allah Ta’ala.
Banyak manusia menyangka bahwa Demokrasi merupakan hal yang baik, hal yang diterima oleh manusia, hal yang mengedepankan HAM dan sebaginya. Mereka merasa bahwa Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk membentuk hukum sendiri. Manusia merasa dirinya pintar, merasa dirinya hebat, padahal hakekatnya mereka tidak mengetahui apapun. Sehingga Allah melarang manusia membuat-buat aturan, hukum, ideologi dan agama sendiri, karena memang mereka tidak memahami hakekat alam semesta dan bagaimana strukutur dunia. Allah-lah Yang Maha Mengetahui, maka Dia memerintahkan manusia untuk taat kepadaNya, sebagai bentuk dan rasa kasih sayangNya.
Manusia, hanyalah makhluk yang diperintah untuk menjalani kehidupan sesuai dengan petujuknya, dan akal membantu mereka membuat sesuatu lebih baik dalam konteks teknis untuk menunjang hidup mereka guna menyesuaikan dinamika kehidupan yang lebih baik. Fungsi akal hanyalah untuk wilayah teknis bukan ideologi, bukan agama, bukan pula dasar-dasar hukum. Sebagaimana akal adalah membuat baju yang lebih indah dan sejuk, mengembangkan teknologi, mengembangkan transportasi, menguak sedikit atas misteri dari kasus-kasus yang memang harus dipecahkan, bukan membedah serta menemukan ideologi. TIDAK, dan TIDAK sama sekali.
Hanya saja, banyak manusia ingin bebas sebebas-bebasnya. Mereka merasa pintar untuk membuat aturan yang mereka pikir mampu menyejahterakan hidupnya, padahal itu hanyalah memanjakan nafsu liarnya. Mereka ingin menggulingkan orang-orang yang menghambatnya dan memangkas aturan yang tidak sesuai dengan nafsunya. Allah berfirman, “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.[2]
Maka mereka yang merasa pintar dan menuruti hawa nafsunya membuat makar untuk menjatuhkan Agama Allah, merusak Islam, menghina Kaum Muslimin. Mereka seakan tidak takut resiko apapun, padahal neraka lebih dekat dengan lehernya bila mereka tidak bertaubat. Mereka terus dan terus membuat makar.
Di Indonesia, makar musuh-musuh Islam sudah mencapat taraf peningkatan yang signifikan. Munculnya banyak aliran sesat baik muncul dari lokal seperti Mosadeq, Lia Eden, LDII/Lemkari, NII, Darmo Gandhul, dan lain sebagainya, hingga kesesatan internasional seperti Syi’ah, Ahmadiyah, Baha’iyyah, dan sebagainya. Begitu juga gerakan separatisme serta gerakan yang mengacaukan faham ketuhanan dan lebih bersandar kepada faham sosialis palsu (baca KOMUNIS) yang di Indonesia dikenal sebagai gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.” Segala Puji bagi Allah, akhirnya Kaum Muslimin di Malang dan beberapa daerah di Indonesia mulai mengadakan pergerakan persatuan Islam. Mengingat Islam saat ini terpecah belah menjadi bagian-bagian. NU, Muhammadiyah, Salafiyah, Persis, Al-Irsyad, dan sebagainya. Mereka memiliki satu sesembahan dan Rasul yang menjadi panutan dibingkai dalam satu kalimat Laa ilaha ilallah, memiliki kitab yang satu Al-Qur’an, rukun iman yang enam, dan rukun Islam yang lima, tetapi mereka beradu dan berseteru hanya karena masalah furu’iyyah (perbedaan hukum-hukum cabang/perbedaan teknis). Sedangkan mereka tidak memahami bahwa adal masalah perbedaan ‘ushul (pokok keimanan) yang jelas-jelas tujuannya merusak Islam sedang merong-rong negeri NKRI.
Berawal dari sinilah Kaum Muslimin Malang, mengadakan sebuah pertemuan persahabatan dari seluruh elemen Kaum Muslimin dalam berbagai partai, tokoh masyarakat, NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan sebagainya, juga duduk dalam deklarasi persatuan intelejen, TNI, POLRI, dan aparat serta tokoh masyarakat. Mereka sepakat bersatu di bawah satu bendera Laa ilaha ilallah untuk mendukung NKRI yang damai dalam persaudaraan. Dalam bingkai aqidah salimah dan dalam bingkai rahmatalil ‘alamin.
Deklarasi dilaksanakan di Pondok Tahfidzul Qur’an “Al-Firqotu An-Najiyyah” Karang Ploso, Kabupaten Malang. Letaknya tepat di belakang ARHANUD, pertahanan udara TNI-AD. Tokoh yang mewakili pembacaan deklarasi adalah: Ust. Andri Kurniawan (pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Firqotun Najiyyah; Habib Zein Al-Kahf (Mantan Ketua MUI Jatim dan Tokoh MUI Jatim); K.H Khoiril Ma’shum (Ketua MUI Sampang Madura); Ust. Alfian Tanjung (Tokoh dan Intelejen Pergerakan Komunis Indonesia); Kol. Herman Ibrahim (Mantan Ketua Badan Intelejen Negara); Prof. DR. Ust. Baharun (Ketua MUI Pusat Jakarta); DR Zein An-Najjah (Ketua Bidang Dakwah Indonesia); Ust. Achwan (Tokoh Da’i Kota Malang); dan Syaikh Utsman bin Ali al-Makki (Perwakilan Ulama Internasional dari Makkah Kerajaan Saudi Arabia).
Sebelum deklarasi, masing-masing tokoh menyampaikan orasinya. Dimulai dari pembacaan Tilawatil Qur’an oleh Syaikh Utsman bin Ali al-Makki dilanjutkan dengan orasi demi-orasi.
1. Orasi Pertama Oleh Prof. DR. Ust. Baharun (Tokoh MUI Pusat Jakarta)
a. MUI salah satu misinya adalah mengawal aqidah umat Islam agar berjalan lurus sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah sahihah sebagaimana difahami oleh para sahabat dan siapapun yang mengikuti mereka, melindungi hak-hak kaum muslimin atas pelaksanaan syariat dan perlindungan kepada seluruh kaum muslimin dalam menjalankannya.
b. Perbedaan yang membangun memang harus dilestarikan sebagaimana perbedaan madzhab adalah sarana menuju kekayaan bab ilmu fiqih. Akan tetapi tatkala perbedaan itu sudah mengarah kepada keyakinan atau kepada aqidah, maka perbedaan inilah yang disebut perbedaan yang merusak. Dalam perbedaan yang kedua inilah pemerintah dan MUI harus mengamputasi hal-hal yang merusak agar tidak menyebar dan menggerogoti sendi-sendi kehidupan beragama.
c. Kita tahu bahwa Syi’ah, Komunis, Salibis, Ahmadiyah, dan aliran-aliran yang berbeda agama dengan Islam adalah mereka yang tidak diridhoi Allah secara hakekat. Karena mereka bersifat merusak dan mengancam kehidupan dunia dan akherat umat manusia. Maka inilah yang harus diamputansi, bukan dipelihara dan diakomodir oleh negara.
d. Guna memberantas dan mengamputansi para aliran sesat tersebut, maka umat Islam hendaknya bersatu padu dalam satu kesatuan barisan. Selain itu mengabaikan permasalahan furu’iyyah dan larangan pula untuk memompanya sehingga menjadi masalah besar. Tetapi faktanya, justru yang paling berat bukan masalah ektrenal melainkan internal itu sendiri karena adanya banyak perpecahan di kalangan umat Islam.
e. Bila umat Islam tercabik-cabik, maka boleh jadi NKRI akan terpecah belah, karena komponen utama NKRI adalah Umat Islam dan TNI. NKRI sebagai ladang untuk kenyamanan tempat tinggal, bersatunya kekuatan Umat Islam, serta medan menyusun kekuatan dakwah akan bertambah lemah dengan pecahnya NKRI, Islam pun akan semakin terancam dengan pecahnya NKRI. Maka NKRI adalah Negara Kesatuan yang merupakan modal besar untuk membangun sebuah peradaban Islam lebih maju dan lebih kuat lagi.
f. Negara-negara yang tidak tegas dengan gerak perkembangan Syi’ah sebagaimana Iraq (Setelah Sadam Husein), Yaman, Suriah, dan yang lainnya maka tercabik-cabiklah negara itu. Sedangkan Maroko, Malaysia, Muritania, dan negara-negara yang tegas menolak Syi’ah mereka mengalami ketenangan dan kenyamanan dalam kehidupan bernegara dan berislam mereka.
g.  Halangan-halangan untuk memberantas Syi’ah dihambat oleh orang-orang yang mengatasnamakan HAM dan Toleransi, mereka boleh jadi tidak mengetahui hakekat penghancuran dan bahayanya Syi’ah maupun aliran sesat yang lain, tetapi boleh jadi memang mereka lebih mementinngkan urusan dunia dan materi duniawi daripada urusan akherat.
h. Intoleransi agama yaitu perbedaan dalam hal Aqidah. Selain Islam aqidahnya merusak dan itu berdapak pada syariah dan proses kehidupan sehari-hari hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
i. Kecintaan kepada Allah, Islam, dan Rasulullah serta para sahabatnya adalah hal yang mutlak diupayakan.
2.  Orasi oleh K.H. Bukhari Ma’shum: Ketua MUI Sampang
a.  MUI Sampang menyatakan dengan tegas bahwa ajara Tajul Muluk (Syi’ah) adalah SESAT dan MENYESATKAN.
b.  MUI se-Madura setelah peristiwa Tajul juga menyatakan dengan tegas sikapnya bahwa Syi’ah sesat dan menyesatkan.
c. Dengan desakan seluruh ulama mengatasnamakan organisasi resmi MUI se-Madura, mendesak MUI Jawa-Timur mengkaji kembali Syi’ah serta mendesak mengeluarkan fatwa. Akhirnya MUI Jawa-Timur mengeluarkan fatwa tegas tentang sesatnya Syi’ah.
d. Ternyata ada salah satu tokoh yang mengkritik fatwa MUI Jawa-Timur dan menyatakan bahwa Syi’ah sama saja dengan Sunni, sehingga MUI Jawa-Timur bergerak cepat untuk mengadakan dialog dan diskusi dengan ulama tersebut. Tetapi setelah dialog dilakukan, ternyata memang diketahui bahwa seluruhnya sepakat Syi’ah sesat dan menyesatkan.
e.  Setelah peristiwa Tajul Muluk, banyak pengungsi, maka Presiden mendesak MUI Sampang dan se-Madura untuk bisa membuka pintu bagi Tajul dan pengikutnya. Masyarakat seluruhnya sepakat bahwa mereka terbuka terhadap Tajul dan pengikutnya dengan syarat: “mereka harus kembali kepada ajaran Ahlusunnah wal Jamaa’ah. Jalan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.” Atau mereka harus transmigrasi dan dibuang ke wilayah yang jauh dari umat Islam bila memang tetap tidak mau masuk ke dalam ajaran Islam.
f.  Dikatakan apakah melanggar HAM? Maka Pengusiran dan amputasi terhadap kelompok sesat adalah sebab syar’i untuk melakukan sesuatu. Potong tangan tanpa sebab melanggar HAM, tetapi tatkala ada sebab itulah yang syar’i, tatkala tidak dipotong tangannya itulah yang justru melanggar HAM lebih banyak orang lagi, karena mereka justru mengancam harta, jiwa, dan kehormatan masyarakat banyak. Oleh sebab itu Tajul (Syi’ah) adalah di dalam kasus ini.
g. Oleh sebab itulah, maka Tajul dipenjara selama 4 tahun penuh dalam tuntutan yang ada pada mahkamah Indonesia.
3.  Orasi oleh Habib Zain Al-Kahf (Tokoh Senior MUI Jawa Timur)
a.  Bahaya apabila Syi’ah dibiarkan. Bila ini terjadi boleh jadi akan berkembang konflik sebagaimana di beberapa wilayah Timur Tengah dan negara Islam lainnya. Bahkan di Jawa Timur Syi’ah sudah berani menunjukkan taring dan kedoknya padahal jumlahnya baru sedikit.
b.  Syi’ah sesat karena mereka menghina Raaulullah, istri-istrinya, para sahabatnya, serta tokoh-tokoh ulama Islam dan Muslimin.
c. Indonesia juga menjadi ladang pemurtadan besar-besaran baik murtad ke agama lain maupun ke aliran sesat. Hal ini bertujuan untuk merusak iman Kaum Muslimin Indonesia. Bila iman bangsa Indonesia rusak akan merusak kestabilan NKRI.
d.  Syi’ah sangat berbahaya, karena selain bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, Syi’ah juga diback up oleh suatu negara yang kaya dengan backingan Amerika.
e.  Perbedaan Sunni-Syi’ah bukan hanya perbedaan sebagaimana NU-Muhammadiyah. Karena Syi’ah berbeda secara pokok dengan Sunni. Rukun Islam dan Imannya pun berbeda.
f.  Cara menentukan sesat dan tidaknya masalah keyakinan hanya dilakukan dengan mencocokkan Al-Qur’an dan Sunnah. Ternyata Syi’ah berbeda banyak dengan ajaran yang diturunkan oleh Allah.
g.  Seharusnya Kaum Muslimin bersatu, tidaklah ribut dengan ushul (perbedaan yang diambl dari Sumber Al-Qur’an dan Sunnah) maka tidak perlu diributkan.
4.  Orasi Ust. Alfian Tanjung
a.  Fakta gerakan PKI saat ini
     - Dibebaskannya sekitar 475 kader PKI dari P. Buru oleh SBY
     - Diterbitkannya buku”Aku Bangga Jadi Anak PKI”
     - Gerakan PKI terbagi 3: Ilegal, Pemerintahan, dan Pendidikan
- PKI berkembang pesat tanpa didengus aparat, karena aparat sibuk memata-matai Umat Islam dan merespon pesanan luar senilai jutaan bahkan milyaran rupiah
- Kader-kader PKI yang kini mulai bangkit kembali melakukan perilaku sebagaimana tahun-tahun 60-an. Menggali sumur kosong dan menandai rumah-rumah kosong.
5.  Kolonel (purn) Herman Ibrahim
a.  Perang ke depan diperkirakan terjadi adalah perang global (non state) antara pendukung Islam dan pendukung musuh-musuhnya.
b. Demokrasi adalah senjata untuk menuju perang global generasi ke-4.
c.  Untuk menggalang kekuatan maka harus ada persatuan, dimulai dengan persatuan NKRI.
6.  Ust. Ir. Andre Kurniawan
a.  Pada tahun 1988 ada tokoh ulama memberikan orasi yang disampaikan, bahwa ada pertemuan kristenisasi di Colorado untuk Kristenisasi di Pulau Jawa dan terkumpul dana USD 1 M.
b.  Hasilnya bila dilihat 4 sumber lembaga survey nasional, tahun 90-an umat Islam secara kuantitatif 92%. Ternyata tahun 2000 umat Islam Indonesia tinggal 79%. Diungkap juga oleh majalah Transformasi
Indonesia bahwa tahun 2000 mereka berhasil memurtadkan Umat Islam Indonesia sebanyak 7 juta orang. Diteruskan hingga tingkat nasional adalah nyata.
c.  Richard menyatakan pada 7 Mei 2003 di New York Times, bahwa musuh tunggal Amerika pasca Uni Soviet adalah Islam dan Muslimin.
d.  Indonesia negara terbesar penduduk Muslimnya di dunia, tapi aqidahnya lemah. Maka Indonesia menjadi target utama Kristenisasi Dunia tahun 1920.
e.  Kristenisasi memiliki Doktrin Milenium Sejahtera:
-    Menghabisi Kaum Muslimin
-    Menjadikan Yerusalem menjadi Ibukota Abadi
-    Penghancuran Masjid Al-Aqsha
Karena Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia, maka termasuk negara yang dijadikan target pemusnahan.
f.  Maka solusinya adalah:
-    Lakukan pengetahuan aqidah wala’ wal bara’
-    Jihad fi sabilillah
-    I’daad
-    Persatuan Shoof di tengah-tengah umat
-    Generasi Umat Islam yang Robbani sebagaimana dalam Al-Maa’idah: 54
7.    Dr. Zein An-Najjah
a.  Pusat kajian termasuk garda depan dalam membendung aliran sesat
b.  Kelemahan umat Islam tak ada kajian, manajemen, keilmiahan, dan dana
c.  Kemunduran umat Islam adalah karena kebodohan umat Islam itu sendiri, yaitu kebodohan dalam syariat dan terhadap konspirasi bangsa-bangsa selain Islam.
d.  Agar Islam ini menang, maka umat Islam harus kembali kepada Allah. Karena Allah-lah yang mengatur semuanya. Memang Allah mudah memenangkan Umat Islam, tetapi hamba-hambaNya juga dituntut berjuang dan bergerak sesuai SyariatNya. Kita tidak peduli dengan kemenangan itu dan beserta kekalahannya dalam perjuangan, karena hasil hanyalah di tangan Allah, begitu juga dengan hakekat kemenangan. Tugas kita hanyalah berjuang sesuai dengan syariat Allah.
8.  Ust. Achwan: Amir Dakwah Kota Malang
a. Umat Islam harus bermuhasabah.
b. Umat Islam harus berhati-hati dengan fitnah.
Itulah orasi-orasi yang disampaikan oleh tokoh-tokoh Indonesia baik dari kalangan Intelejen, Militer, Pengamat dan Ulama. Demikianlah sebelum deklarasi dibacakan. Setelah selesai orasi, mulailah seluruh tokoh berjajar dan Kaum Muslimin pun berdiri menyaksikan deklarasi dibacakan.
Deklarasi Nasional dapat disaksikan dalam video sebagai berikut:

Karangploso (Kab. Malang) 26 Oktober 2014.









[1] Al-Qur’an; Surah An-Naml: 50
[2] Al-Qur’an; Surah Al-Mu’minun: 71
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

Kamis, 31 Januari 2013

KISAH: ILMU KEBAL

KISAH: ILMU KEBAL
Dikisahkan oleh seorang ulama. Di wilayah Celaket, Kota Malang ada sebuah pertunjukan 'ILMU KEBAL'. Dia memamerkan kehebatannya kepada orang2. Dia pun menantang siapa yg mau mencoba menusuk pisau kepada dirinya. Banyak orang mencoba&diapun tertawa2. Tak ada setetes darahpun tertumpah.

Tiba2 majulah seorang berjenggot, celana nangkring dan orang ini berislam sesuai dg ajaran yg dibawa Rasulullah melalui pemahaman para sahabat&orang2 yg mengikutinya. Keyakinannya benar&tauhidnya lurus (Allahu a'lam). Melihat kerumunan itu lantas dia pun mendekat, melihat tantangan orang kebal itu lantas dia pun maju.

"Pak, ijinkan saya mencobanya. Tak usah pakai pisau pakai lidi saja." Kata orang itu. Dia pun diberi lidi oleh para penonton. Seketika dia mau menusukkan kepada tubuh Si Kebal, dia mengatakan bismillahi Allahu Akbar.

Mendengar itu pun, Si Kebal lari mundur disaksikan banyak orang. Betapa terhinanya orang yg meminta tolong pd apa yg dilarang Allah!!!! Yaitu meminta tolong pd Jin.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

Minggu, 25 Maret 2012

HADIAH TERINDAH DARI ALLAH TA’ALA

HADIAH TERINDAH DARI ALLAH TA’ALA

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Kita memujiNya, meminta tolong dan ampunanNya. Dan kita berlindung kepadaNya dari kejahatan nafsu kita dan keburukan amalan-amalan kita. Sesungguhnya, siapa yang diberi petnjuk oleh Allah, maka tak ada seorang pun yang mampu menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tak ada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk.

Kami bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah Ta’ala semata, dan kami bersaksi bahwa Muhammad Ibnu ‘Abdillah shalallahu ‘alaihi wasallam  adalah hamba dan utusanNya. Semoga shalawat serta salam tetap tercurah kepada Beliau, beserta keluarganya, para sahabatnya dan ummatnya yang mengikuti ajarannya hingga hari kiamat kelak. Amma ba’d.

Hidayah, memang sesuatu yang mahal. Ia datang dari Allah Ta’ala dengan suatu proses yang panjang dan terkadang memerlukan pengorbanan yang sangat menyakitkan. Akan tetapi ia bagai obat yang menyembuhkan. Hidayah, bagai jintan hitam yang sangat pahit saat proses memasuki tubuh, akan tetapi dapat menyembuhkan berbagai penyakit bila telah diproses. Hanya saja, hidayah adalah obat batiniyah yang dapat dirasakan secara lahiriyah, sedangkan jintan hitam adalah sebaliknya.

Sebagaimana mukkadimmah yang biasa dibacakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam saat khutbahnya, hidayah tak kan bisa ditukar dengan kesesatan oleh siapapun, bila Allah Ta’ala telah menghendakinya kepada seseorang yang juga dikehendakiNya. Ayat-ayat Qhauliyyah sudah sangat banyak sekali menyatakan tentang hidayah Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)Nya.” (Q.S Al-Anbiyaa’: 51). Ini berarti hidayah adalah hadiah emas dari Allah Ta’ala kepada hamba-hamba yang diberi karunia olehNya. Dan hanyalah Allah-lah yang dapat member hidayah kepada seseorang.

Tiada yang lebih indah suatu pemberian kecuali hidaya keimanan, dan tiada yang lebih menyelamatkan kecuali hidayah keimanan dan tegak di atas sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Setelah kita membaca Firman Allah Ta’ala dan RasulNya Shalallahu ‘alaihi wasllam, marilah kita membaca ayat-ayatNya berupa kejadian yang dapat kita ambil pelajaran di dalamnya. Sebagaimana Allah berfirman, “Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).” (An-Naazi’aat: 26). Marilah kita simak kisah yang kami ambil dari Hati Bening (www.hatibening.com) edisi tahun 2008 dan kami ambil pada tanggal 8 Januari 2011 serta baru sempat kami edit untuk selanjutnya diposting ulang pada tanggal 23 Maret 2012. Semoga bermanfaat:

“Kavita lahir dari keluarga Hindu yang taat. Keluarganya adalah anggota Shiv Sena, sebuah organisasi pemeluk agama Hindu di India yang dikenal ekstrim dan radikal. Tak heran jika Kavita sama sekali tidak mengenal agama Islam, bahkan ibadah wajib kaum Muslimin yang disebut sholat pun ia tidak tahu, sampai akhirnya ia menjadi seorang Muslim dan ibadah sholat-lah yang membuatnya mencintai Islam.

Setelah memeluk Islam, ia mengubah namanya menjadi Nur Fatima. Kisahnya menjadi seorang Muslim, melalui jalan panjang dan berliku. "Saya lahir dan menikah di Mumbai, India. Usia saya 30 tahun, tapi saya masih merasa seperti anak yang masih berusia lima tahun, karena pengetahuan saya tentang Islam masih sedikit, tidak lebih dari pengetahuan yang dimiliki anak usia lima tahun," kata Kavita atau Nur Fatima yang menyandang gelar master dari Universitas Cambrigde ini.

"Saya menyesal, karena selama ini saya cuma mengejar gelar kesarjanaan di dunia , tapi tidak melakukan apapun untuk kehidupan di akhirat kelak. Sekarang, saya ingin melakukan sesuatu untuk kehidupan di Hari Akhir nanti," ujar Nur Fatima yang dianugerahi dua putra ini.

Ditanya tentang bagaimana awalnya ia memilih menjadi seorang muslim, Nur Fatima menjawab dengan mengungkapkan rasa syukurnya pada Allah Ta’ala. "Pertama kali, saya ingin mengucapkan syukur pada Allah yang telah melimpahkan rahmat-Nya. Ketika Allah berkehendak, Ia akan memberikan pemahaman pada seseorang tentang agama Islam," tuturnya.

"Saya tumbuh di lingkungan orang-orang Hindu ekstrim yang sangat membenci orang-orang Islam. Saya memeluk Islam setelah menikah, tapi sejak remaja saya tidak senang dengan penyembahan terhadap patung-patung ..."

"Saya ingat, dulu pernah menaruh sebuah patung sesembahan ke dalam ruang untuk mencuci di rumah. Kakak saya menegur perbuatan itu dan saya menjawab, jika patung itu tidak bisa melindungi dirinya sendiri, lalu mengapa kita meminta perlindungan darinya? Apa yang diberikan patung itu pada kita?," kisah Nur Fatima mengingat masa kecilnya.

Ia mengatakan bahwa dalam keluarganya ada ritual dimana seorang anak perempuan, ketika menikah, harus mencuci kaki suaminya dan meminum air cuci kaki itu. Nur Fatima sejak awal menolak keras tradisi itu dan karenanya ia sering kena tegur keluarganya.

Sejak tinggal sendiri karena sekolah di luar negeri, Nur Fatima pernah sesekali mengunjungi sebuah Islamic Center. Dari pembicaraan yang sering ia dengar, ia jadi tahu bahwa kaum Muslimin tidak menyembah patung atau berhala tapi hanya menyembah apa yang kemudian ia ketahui disebut "Allah" oleh kaum Muslimin.

Nur Fatima mengatakan bahwa ibadah sholat yang membuatnya sangat terkesan dengan orang-orang Islam. "Awalnya saya tidak tahu bahwa ibadah yang mereka lakukan itu disebut sholat. Tadinya saya pikir, mereka melakukan sejenis latihan kebugaran. Saya tahu ibadah yang mereka lakukan disebut sholat ketika saya berkunjung ke Islamic Center itu," ujar Nur Fatima yang mengaku, sejak itu ia sering bermimpi berada di dalam sebuah ruangan empat dimensi, namun ia tidak tahu apa makna mimpi itu.

Setelah menikah dan menetap di Bahrain, Nur Fatima banyak belajar tentang Islam, apalagi lingkungannya adalah kaum Muslimin. Ia sering mengunjungi kenalan-kenalannya yang muslim. Pernah pada bulan Ramadan, sahabat muslimnya meminta Nur Fatima untuk tidak sering berkunjung karena sahabatnya itu merasa terganggu dengan kedatangan Fatima. Tapi Fatima meminta agar temannya itu tidak melarangnya datang ke rumah karena sebagai seorang yang baru masuk Islam, ia ingin mengamati apa saja yang dilakukan seorang muslim pada saat bulan Ramadan.

Sahabatnya lalu memperkenankan Fatima berkunjung selama bulan Ramadan, dan dari kunjungannya itu Fatima mengamati bagaimana sahabatnya sholat dan membaca Al-Quran. Diam-diam, Fatima mengikuti gerakan sholat meski saat itu ia tidak banyak tahu tentang sholat dan bacaannya. Ia mengunci kamarnya saat melakukan semua itu. Tapi suatu ketika, ia lupa mengunci kamarnya dan suaminya menyaksikan apa yang dilakukan Fatima. Fatima tahu suaminya akan marah, awalnya ia merasa takut untuk menjelaskan, tapi akhirnya ia mendapatkan keberanian, entah darimana, untuk mengatakan bahwa ia sudah masuk Islam dan yang ia lakukan adalah sholat, kewajiban sebagai seorang Muslim.

Suami Fatima murka mendengarnya, begitu pula saudara perempuan Fatima saat mendengar bahwa Fatima sudah menjadi seorang Muslim. Keduanya memukuli Fatima sampai babak belur.

Setelah kejadian itu, Fatima tidak boleh menemuai siap pun dan ia dikunci di dalam kamar. Ketika itu, Fatima belum resmi menjadi seorang muslim, ia sendiri heran mengapa ia berani dengan tegas mengatakan bahwa ia sudah masuk Islam pada suaminya.

Suatu malam, putera tertua Fatima yang masih berusia 9 tahun masuk ke kamarnya dan menangis. Anak lelakinya itu meminta ibunya untuk melarikan diri dari rumah, karena keluarga mereka berniat membunuh Fatima karena mengaku sudah masuk Islam.

"Saya tidak bisa melupakan momen yang berat itu ketika anak lelaki pertama saya membangunkan adiknya dan mengatakan, 'Bangun, mama akan pergi. Temuilah mama sekarang, karena tak ada yang tahu apakah mama akan bertemu kita lagi atau tidak'," kata Fatima.

"Anak kedua saya baru menemuai saya beberapa hari kemudian, ia bertanya apakah saya akan pergi dan saya cuma bisa mengangguk. Saya yakinkan dia bahwa kita akan bertemu lagi," sambung Fatima.

Di tengah malam gelap dan dingin, Fatima meninggalkan rumah dengan membawa dua cinta dalam hatinya. Cinta terhadap kedua puteranya dan cintanya pada Islam.

Fatima menuju sebuah kantor polisi. Beruntung, ada seorang petugas polisi yang mengerti bahasa Inggris. Setelah meminta istirahat sebentar, pada petugas polisi itu mengatakan bahwa ia pergi dari rumah karena ingin masuk Islam. Petugas polisi itu kemudian membantu Fatima dan memberikan tempat berlindung sementara di rumahnya. Fatima menolak untuk kembali pulang, ketika keesokan harinya suaminya datang ke kantor polisi dan mengatakan bahwa isterinya telah diculik.

Petugas polisi itu kemudian membawa Fatima ke rumah sakit untuk menjalani perawatan karena luka-luka yang dialaminya akibat pemyiksaan yang dilakukan suami Fatima. Setelah luka-lukanya sembuh, Fatima langsung mengunjungi sebuah Islamic Center terdekat. Di Islamic Center itu, ia melihat sebuah gambar tergantung di dinding. Saat itulah ia menyadari bahwa gambar itulah yang pernah hadir dalam mimpi-mimpinya. Seorang petugas Islamic Center mengatakan bahwa gambar itu adalah gambar Ka'bah.

Di Islamic Center itulah ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan Nur Fatima diangkat anak oleh pemilik Islamic Center itu. Ia kemudian dinikahkan dengan seorang lelaki muslim. Impiannya setelah resmi menjadi seorang muslim ketika itu adalah, segera pergi ke Baitullah dan menunaikan rukun Islam yang kelima. (ln/cti/isw/EM)
(c) Hak cipta 2008 - Hatibening.com


@nd.
Disusun di Malang
Tanggal 4 Shafar 1432 / 8 Januari 2011


Untuk mendownload format PDF, silahkan klik link


http://www.ziddu.com/download/18965736/HadiahTerindahdariAllahTaala.pdf.html
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

Sabtu, 21 Januari 2012

KEDAHSYATAN SEHELAI SELENDANG


“KEDAHSYATAN SEHELAI SELENDANG

CATATAN RIHLAH KE PULAU DEWATA


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Semoga shalawat serta salam tetap tercurah pada Nabi Muhammad yang merupakan hamba sekaligus utusanNya dan shalawat serta salam juga semoga tercurah pada keluarganya, para sahabatnya dan para ummatnya yang setia mengikuti manhaj (jalan) yang dibawanya. Amma ba’d

Sekelumit kisah tentang perjalananku ke Pulau Dewata bersama suatu rombongan yang terdiri atas bapak-bapak, ibu-ibu bersama keluarga mereka, dalam rangka plesir dengan rombongan teman-teman satu kantor yang mencapai 120 orang. Perjalanan yang sebenarnya aku malas untuk mengikutinya, namun karena sudah dibiayai dan didesak akhirnya dengan terpaksa aku ikut juga bersama mereka. Perjalanan yang ‘berat’ menurutku, karena perjalanan ini penuh dengan kesiapan mental. Perjalanan ini membutuhkan persiapan mental yang kuat karena baru saja terjadi persitiwa tidak mengenakkan terjadi di pulau ini. Perjalanan dari Malang pun start pada pukul 16.00 WIB dan sampai di Pelabuhan Gilimanuk sekitar 23.00 WITA (22.00 WIB). Perjalanan ini ditemani seorang Guide yang berasal dari Bali asli, oleh pimpinan rombongan diharapkan penuntun wisata ini bisa menjelaskan tentang seluk beluk Bali khususnya tempat-tempat wisata yang akan kami lalui.

Hal yang kita bahas kali ini adalah, bahayanya rihlah ke negeri yang beda akidah dengan kita sebagai kaum Muslimin. Negeri yang menyembah banyak tuhan (polyethism) sedangkan kita adalah Tauhid (monotheism) yang hanya meyakini Allah Ta’ala, dengan ikrar Laa ilaha ilallah, wa Muhammad Rasulullah.

Perjalanan wisata yang dipaket oleh tim perencana perjaanan salah satunya adalah Desa Panglipuran. Menurut sejarah desa ini memiliki pura tertua dan terbesar kedua di Bali. Disebut ‘Panglipuran’, karena para raja Bali jaman dahulu suka mengunjungi pura di desa ini sebagai obat pelipur lara.
Sang guide menjelaskan, bahwa perjalanan wisata ke Desa Panglipuran adalah paket rekreasi untuk melihat gaya rumah penduduk yang penuh dengan arsitektur unik, penduduknya yang ramah dan juga setelah itu yang terakhir akan……”Mengunjungi Pura Panglipuran” (heh?!?! Emang mau ibadah?). Seperti paket wisata lainnya yang menyediakan paket mengunjungi Pura Terbesar di Indonesia yaitu Pura Besakih, paket wisata ini tak kalah ‘mautnya’ dalam menawarkan keunikan-keunikan wisata budaya Bali. Kesempatan sang guide untuk berdakwah dan memperkenalkan negerinya. Mari kita simak ceriteranya.

A. PENTINGNYA SELEMBAR KAIN BAGI MEREKA
Sang guide menyatakan, suatu kehormatan bagi para pengunjung bila berkenan memasuki Pura Panglipuran setelah melihat-lihat keunikan Desa Budaya Panglipuran beserta masyarakatnya. Sang guide juga menyatakan bahwa bila memasuki pura haruslah memakai selembar selendang yang ternyata berbentuk pita kecil berwarna yang diikatkan di pinggang, seperti yang dikenakan sang guide. Tanpa selendang itu pengunjung tak boleh masuk dan bila memaksa masuk akan ditangkap Calang (penjaga pura) yang ada. Sang guide juga berkata, “Semoga saja nanti ada pembagian selendang kepada bapak/ibu yang berkunjung. Karena memang selendang itu sangat penting untuk kehormatan Pura sebagaimana jilbab sangat penting untuk Muslimah yang pergi ke masjid.” What??

Beberapa orang pun meremehkan hal ini, “Ah, kan kita hanya melihat-lihat saja dan tidak beribadah di dalamnya! Lagian itu kan hanya selendang saja, bukan sesaji!”, mungkin ada beberapa pendapat demikian. Nah, bagaimanakah kita menyikapinya????

Alhamdulillah hamdan katsiro mubarokan fih, Allah masih menyayangi kami. Sesampainya di Desa Budaya Panglipuran, memang saya sempat melihat-lihat arsitektur rumah di sana. Namun setelah sampai di depan pura, saya tak mau masuk dan saya pun bertekad menolak tawaran selendang apapun. Akhirnya saya kembali ke tempat parkir bus dan masuk ke dalamnya, setelah bus berjalan tampak gerutu sebagian rombongan yang tak bisa melihat pura. Sang guide pun menjelaskan dan meminta maaf bahwa saat itu Pura sedang memasuki masa haul (ualng tahun) yang semua orang masih beribadah di dalamnya. Sehingga pengunjung seluruhnya (yang bukan berasal dari wilayah Panglipuran) dilarang masuk. Alhamdulillah.
Nah. Sekarang bagaimana bila pura itu benar-benar boleh dimasuki dan selendang itu dibagikan? Bagaimanakah sikap yang harus ditempuh andai Anda juga berkunjung kesana dengan rombongan orang-orang awam??

B. Inilah Peran Akidah
1. Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri ( kepada Allah )” ( QS. Al An’am : 162-163).

2. Thoriq bin Syihab radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : دخل الجنة رجل في ذباب, ودخل النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله ؟، قال : مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا، فقالوا لأحدهما قرب، قال : ليس عندي شيء أقرب، قالوا له : قرب ولو ذبابا، فقرب ذبابا فخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر : قرب، فقال : ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله U، فضربوا عنقه فدخل الجنة . (رواه أحمد)“Ada seseorang yang masuk sorga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya : ‘Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah’, Rasul menjawab : “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi : ‘Persembahkanlah sesuatu untuknya’, ia menjawab : ‘Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya’,  mereka berkata lagi : ‘Persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat’, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka karenanya. Kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain : ‘Persembahkalah untuknya sesuatu’, ia menjawab : ‘Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga’” (HR. Ahmad).

C. Bagaimanakah Sikap Kita???
1. Kita sebagai Ummat Islam yang dimuliakan oleh Allah tentunya memiliki keyakinan yang terpatri dalam hati, inilah keimanan. Ia tidak bisa dijual, ditukar dengan apapun dan tidak bisa digadaikan dengan sesuatu apapun. Bila ia telah tertukar, terjual atau telah tergadai konsekuesnsi adalah neraka, kecuali dengan taubatan nashuha dan menyadari kesalahannya dan kembali kepada Allah Ta’ala. Bagai slogan yang sering kita dengar, akan tetapi kita ganti sedikit slogannya yaitu “AKIDAH TAUHID HARGA MATI.”

2. Syubhat: Kita kan hanya mengetahui ajaran mereka dan tidak meniru mereka?
Jawabannya: untuk apa mengetahui, toh kalau sudah tahu tetap tidak diamalkan?? Bukankah hati ini sangat gampang berbolak balik?? Pertama mungkin kita bisa menolak, namun bila kita penasaran dan mencoba menggali kembali, pasti akan tertarik..ingatlah bahwa kita berperang dengan setan hingga hari kiamat. Sehingga kita berpegang teguh pada keimanan. Hingga Allah Ta’ala  pun berfirman dalam Surat Al-Kafirun untuk masalah keyakinan, “Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (Al-Kaafirun: 1-6).

3. Syubhat: Aku hanya memasuki pura dan melihat-lihat saja tanpa beribadah di dalamnya.
Jawab: Bukankah untuk masuk ke pura harus menggunakan selendang yang menurut mereka itu hal terpenting dalam kehormatan pura?? Sehingga mengormati siapakah kita gerangan?!?!?! Jangankan sehelai selendang, seekor lalat pun bisa memasukkan manusia ke dalam neraka…!!! Dan apa faedah kita hanya memasuki tempat ibadah agama lain bukan untuk berdakwah, akan tetapi hanya untuk melihat-lihat saja? bukankah itu turut mengagungkan agama tersebut?

4. Maka, berwisatalah bersama teman-teman yang memahami agama. Silahkan untuk berwisata ke tempat mana saja dan kapan saja, karena rihlah/wisata juga merupakan anjuran Allah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun menganjurkannya. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Namun dengan syarat wisata ini menambah iman, pelajaran serta mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Wisata dengan teman-teman yang faham agama atau ulama akan menentramkan hati kita, bukan malah sebaliknya. Mereka juga akan membimbing kita tentang tata cara ibadah, muamalah dan adab saat melakukan perjalanan. Di tengah-tengah perjalanan yang dibahas adalah ilmu, bukan guyonan melulu yang membosankan dan tidak berfaedah. Karena saya sendiri pernah mengalami bagaimana berwisata bersama teman-teman yang pimpinan rombongannya kurang memahami ilmu ushul fikh. Hingga beberapa orang peserta wisata harus tertinggal Sholat Ashar dan dengan terpaksa Sholat Ashar dijamak dengan maghrib di salah satu masjid di Denpasar Bali (Loooh???? Astaghfirullah. Semoga Allah mengampuni mereka dan memberikan mereka ilmu). Padahal sholat sangat mudah dilakukan apabila memang ‘mereka’ mempersulit kita, ingat kaidah “Bertambah tekanan kesulitan mengenai kita, maka bertambah Islam menawarkan kemudahannya.

5. Bila memang terpaksa rekreasi dengan teman-teman yang awam, maka kita harus memegang prinsip untuk masalah-masalah ushul (pokok), baik akidah maupun fikih dan bersikap toleran terhadap masalah-masalah furu’ (cabang). Untuk masalah ushul seperti keyakinan (akidah) adalah sebagaimana yang dicontohkan, yaitu: memasuki tempat ibadah agama lain hanya untuk rekreasi dan melihat-lihat saja, memakai selendang atau apapun yang tujuannya melakukan penghormatan kepada tuhan-tuhan mereka, memakan makanan yang diharamkan, melupakan shalat, melakukan sebagian ritual (termasuk mengusap wajah dengan air yang diyakini masyarakat setempat suci, walau kita tidak meyakini hal itu. Karena walau kita tidak meyakini hal itu, apakah kita benar-benar tidak terpikirkan bahwa memang air itu adalah air yang tak berkhasiyat?? Ingatlah bahwa hati kita lemah, ndak laki-laki dan ndak juga perempuan. Hanya saja yang membedakan hanyalah kadar kelemahan itu)

6. Tips terakhir adalah, bila rekreasi ke suatu tempat, lebih baik jangan memakai travel tour. Lebih aman kita rekreasi sendiri saja bersama rombongan yang tau akan tempat itu…Tak seru karena tak ingin mengetahui seluk beluknya?? Yah itu lebih baik daripada kita tahu seluk beluknya, namun keimanan kita yang tergadaikan. Jalan-jalan ke taman kota juga bisa menjadi wisata yang menyegarkan. Paling nikmat, datangilah sebagian taman-taman syurgaNya di dunia. Apakah itu??? MAJELIS DZIKIR (Majelis Ilmu yang mengingat Allah) (berdasarkan HR. Ahmad dan At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma. Dalam sanadnya ada rawi yang dhaif, namun hadits ini ada syahidnya, diriwayatkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhuma secara marfu’. Lihat Adh-Dha’ifah no. 1150 dan Ash-Shahihah no. 2562)

So…Waspadalah-Waspadalah!! Dengan hanya Sehelai Selendang…Namun memiliki konsekuensi yang DAHSYAT!!!

Allahu a’lam
Ditulis di Malang, 5 Shafar 1432 / 9 Januari 2011
@nd.

Rujukan:
1. Ushul Salasa. Dinukil dari http://kautsarku.co.cc/?p=124. Diakses pada 5 Shafar 1432 (9 Januari 2011).

2. Taufiq. Rihlah Dalam Pandangan Islam. http://muslim12.wordpress.com/2010/01/06/rihlah-dalam-pandangan-islam-2/. Diakses pada 5 Shafar 1432 (9 Januari 2011).

3. Redaksi Sakinah. Majelis Dzikir. http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=849. Diakses pada 5 Shafar 1432 (9 Januari 2011)

Untuk mendownload Format PDF, silahkan merujuk di link






Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami