KAJIAN ISLAM DAN KARYA PENA

KAJIAN ISLAM YANG MEMUAT HAL-HAL BERKAITAN TENTANG PENGETAHUAN ISLAM BAIK SADURAN ATAU KARYA ASLI. BAIK HAL AKIDAH, MUAMALAT, FIKIH ATAUPUN TASKIYATUN NUFS (PENYUCIAN HATI)

JUGA KARYA PENA UMUM BERUPA PUISI CERPEN DAN KARANGAN ATAU ILMU PENGETAHUAN UMUM DAN PENELITIAN ILMIAH

Selasa, 03 Juli 2012

ANTARA GOLONGAN DARAH DAN KESELAMATAN AQIDAH MANUSIA

ANTARA GOLONGAN DARAH DAN KESELAMATAN AQIDAH MANUSIA
Catatan Awal: Untuk segera mengetahui inti masalah silahkan membaca point A dahulu setelah itu langsung meloncat ke Point D. Tapi untuk melihat lebih detail alasan yang dikemukakan, silahkan membaca sepenuhnya. Semoga bermanfaat.
Dan untuk melihat tulisan lebih rapi terutama pada data statistik yang ditampilkan, silahkan download versi PDF di alamat 
http://www.ziddu.com/download/19828715/AntaraGolonganDarahdanKarakteristikManusia.pdf.html
A.      Latar Belakang
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa. KepadaNyalah semua tunduk dan sujud untuk memenuhi perintahNya baik ikhlas maupun terpaksa. Semoga Shalawat serta salam tetap tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarga Beliau, para sahabat Beliau serta para pengikut Beliau yang setia untuk berjalan di atas sunah Beliau hingga hari kiamat.Amma ba'd.
Tulisan ini merupakan secuplik huruf yang bisa saya untai sebagai sebuah sinyal untuk memberikan sedikit pintu perenungan dan sharing kepada pembaca sekalian. Tidak bermaksud menghukumi sesuatu, akan tetapi sedikit memberikan gambaran agar direnungkan. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua.

Berawal dari perbincangan sore hari antara saya (penulis) bersama dengan dua orang sahabat. Perbincangan itu cukup menarik, karena baru saat itu saya ketahui bahwa tipe darah manusia memiliki sebuah ciri dan kemampuan membentuk sifat-sifat manusia. Gayung pun bersambut, tak beberapa lama kemudian saya menerima artikel yang cukup menarik tentang ciri khas manusia berdasarkan tipe golongan darahnya. Dinyatakan dalam artikel itu bahwa Golongan Darah O adalah seperti ini dan itu, begitu pula A, B dan AB. Dalam perbincangan sebelumnya dinyatakan, bahwa hal ini dapat juga membantu memilih istri/suami yang cocok untuk pasangannya. Karena boleh jadi orang dengan Golongan Darah O tak cocok untuk sesama O melihat ciri khasnya, begitu pula sebaliknya bahwa orang berdarah A mungkin sekali cocok dengan golongan AB.
Saya pun penasaran. Penasaran ini terus melecut diri untuk berpikir, apakah hal ini tak masalah dalam syariat dan masuk akal secara ilmiah? Dalam artikel itu dinyatakan yang intinya percaya atau tak percaya bukan pemaksaan bagi pembaca. Saya kembali berpikir, bukan masalah pemaksaan atau tidaknya tapi dampak yang akan terjadi pada manusia apabila membacanya. Bukan hanya dampak sosial saja, akan tetapi lebih dalam dari itu, bagaimanakah dampak akidahnya?
Maka dari itu, saya mencoba mencari referensi atas keresahan hati ini. Karena saya sendiri merasakan ketidaknyamanan setelah membaca keterangan tersebut. Boleh jadi apa yang terjadi pada diri saya adalah merasa superior daripada yang lain karena golongan darah saya, boleh jadi juga saya merasa inferior setelah melihat beberapa kekurangan telak yang terjadi atas golongan darah saya. Dan dari latar belakang inilah saya kemudian mencari dan bertanya-tanya, Alhamdulillah saya mendapatkan beberapa referensi yang mendukung jawaban atas pertanyaan saya yang insya Allah akan dipaparkan pada sub bab berikutnya.
B.      Polemik Antara Dunia Ilmiah dan Perdukunan
 Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120). Ayat ini menerangkan bagaimana kebencian orang-orang Yahudi dan Nasrani terhadap Islam, sehingga mereka dengan berbagai cara berusaha membelokkan Hamba-hambaNya untuk tidak memeluk Islam dan Syariat Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya[1] menyatakan bahwa khithah (sasaran pembicaraan) ayat ini ditujukan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, tetapi perintahnya ditujukan kepada ummatnya (h. 242). Masih dalam pernyataan Ibnu Katsir (h. 242) bahwa mayoritas fuqaha menyatakan bahwa semua kekufuran itu adalah suatu millah (agama). Hanya saja agama mereka adalah agama yang “tidak diridhoi” di sisi Allah.
Sudah merupakan sunatullah bahwa mereka tidak senang dengan agama Islam dan berusaha menyimpangkan aqidah umat yang lurus untuk menghadap Robbul ‘alamin ini dengan berbagai cara. Para musuh Islam juga memahami bahwa lemahnya kekuatan Islam ada pada hancurnya aqidah/keyakinan mereka. Hingga mereka pun menyerbu guna merusak aqidah melalui jalur yang seakan-akan sesuatu yang tidak ilmiah dijadikan sebuah fenomena ilmiah untuk tujuan tertentu khususnya dalam memberikan keraguan terhadap syariat Islam.
Secara khusus di Indonesia, banyak juga suatu hal yang menyimpang di luar Islam dijadikan seolah-olah hal ini adalah ilmiah hingga Islam pun bisa menerimanya. Mereka berusaha sekuat mungkin untuk membodohi umat Islam dengan cara ilmiah untuk menghancurkan aqidah umat dan ujung-ujungnya adalah mencari keuntungan materi belaka. Hingga pada akhirnya perdukunan, paranormal dan sihir marak dimana-mana.
Di Indonesia, suhu mistik masih tinggi dan sangat digemari oleh masyarakat pedesaan. Adapun orang yang berpendidikan tinggi dan takut dicela dan dipandang rendah karena mempraktikkan ilmu perdukunan dan sihir, maka ia mengaku mengklaim bahwa apa yang dia lakukan adalah bagian dari praktik ilmu fisika atau kimia. Sebagaimana praktik Ilmu Reiki dan Yoga yang mereka katakan bahwa hal itu berkaitan dengan ilmu fisika dan kimia yang saling bereaksi dalam tubuh[2]. BENARKAH DEMIKIAN??

Dalam catatan kaki pada Buku Jin, Sihir & Ruqyah Syar’iyyah[3], dinyatakan bahwa seorang mantan Master Reiki yang telah bertaubat membeberkan sejumlah masalah mendasar tentang bukti keilmiahan Reiki. Dalam buku banyak disebutkan tenaga Reiki adalah berasal dari kekuatan tubuh dan itu merupakan bagian dari ilmu fisika yang terjadi pada tubuh. Pada buku itu disebutkan bahwa energi yang disalurkan adalah hasil dari pembakaran zat-zat makanan. Maka seorang mantan Master Reiki bernama Perdana Ahmad menyatakan bahwa,
Memang benar jika tubuh ini memiliki impuls-impuls listrik, sebab dengan impuls listrik saraf-saraf simpatetik, parasimpatetik atau saraf neurotransmitter dapat bekerja dengan baik untuk menyampaikan pesan dari tubuh ke otak dan sebaliknya. Tapi kalau hendak dikejewantahkan dengan senam pernafasan tenaga dalam dan bisa membesarkan energi listrik tubuh hingga bisa menjadi tenaga dalam, terlalu mengada-ada dan terlalu mencari pembenaran, sebab seluruh kerja sistem fisiologis dalam tubuh dengan tatanan di dalamnya sudah merupakan sunatullah berada kesimbangan yang telah ditetapkan oleh Allah.”
Bukan hanya masalah impuls listrik yang dikaitkan dengan tenaga dalam dan fisika saja yang marak untuk pembodohan masyarakat guna kepentingan bisnis. Bahkan banyak pula praktisi yang “mengilmiah-ilmiahkan” pembacaan garis tangan[4] dan hal ini pernah penulis ketahui sendiri.
Begitu pula termasuk gelang keramik atau gelang kesehatan yang banyak dipromosikan dengan harga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Mereka katakan bahwa gelang itu bisa menghilangkan diabetes dan juga menyehatkan badan. Dulu seseorang yang penulis kenal juga pernah memakai itu, akan tetapi diabetesnya juga tinggi bahkan terus di atas normal, akhirnya penulis meminta melepaskannya karena tidak berfaedah sama sekali dan masuk ke dalam kategori syirik. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam tatkala melihat sahabatnya memakai sebuah gelang dari kuningan. Setelah Rasulullah menanyakan “Celaka, Apa itu?” sahabat menjawab, “Ini untuk kekuatan tubuhku”, maka Rasulullah dengan keras bersabda, “Lepas!! Karena sesungguhnya itu tidak menambah kepadamu kecuali kehinaan saja. Sesungguhnya jika kau mati  sementara benda itu mash ada bersamamu, niscaya kau tidak akan beruntung selamanya.”[5]
Begitupula suatu hal yang menyerupainya yang akan kita bahas, yaitu “Kondisi psikologis manusia dan karakternya dilihat dari golongan darahnya”. Benarkah hal itu ilmiah? Sebenarnya yang dapat menjawab dengan pasti secara ilmiah adalah dokter atau praktisi medis. Akan tetapi penulis di sini hanya ingin mengemukakan ‘hipotesa’ bagi kalangan ilmuwan bedasarkan pengamatan yang penulis lakukan dari segi aqidah. Karena kapasitas penulis yang tidak mampu untuk membuktikannya dari segi medis dan ilmiah pada tataran ini.
C.      Urgensi Islam Menolak Paranormal
Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui, tentu memiliki alasan jelas tentang mengapa umat Islam diharamkan untuk datang kepada paranormal yang dengan kepura-puraannya mengetahui hal-hal yang ghaib dan memastikan hal-hal yang belum dapat dipastikan. Kita sebagai orang yang beriman hanya tunduk dan patuh serta mengatakan “kami dengar dan kami taati, ampuni kami Ya Allah dan hanya kepadaMu lah kami kembali.[6]

Larangan untuk mendatangi paranormal, telah dinyatakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alah wasallam, bahwa Beliau bersabda, “Siapa saja mendatangi paranormal, lantas bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh hari.[7]” Itu baru mendatanginya saja, bila mempercayai apa yang dinyatakannya maka Rasulullah shalallahu ‘alaih wasallam bersabda, “Siapa saja mendatangi paranormal atau dukun, lantas dia mempercayai apa yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.”[8]
Larangan mendatangi paranormal ini berlaku umum, baik yang tradisional seperti para dukun yang banyak tinggal di pedesaan dan ‘Sok Tau” tentang apa-apa yang akan terjadi pada wilayahnya, masyarakatnya dengan menggunakan sarana keris, kembang pitung taman, air pitung sumur dan sebagainya atau yang modern seperti Mama Louren, dkk. Begitu juga semua hal yang tak bisa dibuktikan keilmiahannya, atau belum paripurna dalam membuktikan sesuatu itu ilmiah, seperti Palmistry dalam konsep Barat yang menyatakan bahwa bintang gemintang memilik energi saling terkait yang mampu menguak rahasia alam bawah sadar manusia dan sebagainya. Begitupula Shou Xiang dalam konsep Barat atau Feng Sui[9]. Saat ini telah banyak buku-buku Feng Sui dijual di pasaran dan di dalamnya terdapat pembenaran ajaran itu seakan-akan seperti berpengaruh antara kesehatan dengan kondisi kimia dan fisika. Hal ini pernah penulis dengar dari lisan dosen yang mengaku sangat ahli Feng Sui dalam konteks Kejawen[10]. Dikatakan bahwa tangga yang baik harus ganjil, adalah merupakan sebuah kondisi bangunan yang dapat menyehatkan kaki yang melangkah pada tangga itu karena gerakan otot kaki yang sebenarnya dihitung genap sehingga mendapat porsi yang sama. Misal anak tangga adalah tiga, maka langkah kaki total dihitung empat dan ini merupakan sebuah cara untuk menyehatkan otot kaki. Secara ‘ilmu gathuk[11]’ mungkin tepat, tapi secara ilmu kedokteran perlu ditinjau ulang, apalagi secara ilmu aqidah ini sangat menyimpang sebab pada dasarnya diambil dari kitab primbon yang di dalamnya banyak kekufuran.
D.      Darah dalam Pandangan Ilmu Aqidah Islam
Allah Yang Maha Mengetahui telah menyatakan bahwa darah di dalam manusia ini mengalir bagai sungai. Darah pun juga termasuk sesuatu hal yang memiliki peran besar dan sangat perlu untuk dijaga.
Salah satu fungsi darah adalah sebagai komponen dasar untuk membentuk jasad anak-anak Adam[12]. Allah Ta’ala berfirman (artinya),
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Q.S Al-Mu’minuun: 14).

Pembentukan jasad ‘calon manusia’ ini dimulai dari darah berukuran sangat mini (ovum) yang menggumpal setelah dibuahi oleh sperma laki-laki. Lalu oleh kuasa Allah Ta’ala darah itu dibentuk menjadi segumpal daging dan daging itu mengeras, lalu daging yang mengeras menjadi tulang-belulang, lalu tulang itu dibalut lagi oleh daging hingga Allah Ta’ala menjadikannya makhluk yang bentuknya sangat berbeda dari awalnya yakni yang hanya berupa darah serta cairan yang menjijikkan. Ayat-ayat yang menjelaskan tentang penciptaan ini sangat banyak, yang menyebutkan kata “ad-Damu” (darah) juga tidak sedikit. Dan di Surat Al-Mu’minuun: 14 disebutkan kata Al-Qotan.
Darah di dalam Islam juga berfungsi sebagai alat transportasi. Islam menyatakan darah itu mengalir bagai sungai dan juga membawa apa yang dibawanya. Dalam riwayat Sahih Bukhari yang cukup panjang, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “...Sesungguhnya setan itu mengalir dalam diri manusia pada aliran darahnya, dan sesungguhnya aku takut setan memasukkan sesuatu kepada diri kalian berdua.[13]

Dalam Islam juga dinyatakan sebuah keterangan, bahwa jantung adalah kumpulan darah dan berperan penting untuk kehidupan manusia. Dalam kata bahasa Arab, jantung itu disebut Al-Qalb[14] yang dalam terjemahan bahasa Indonesia sebenarnya adalah “Jantung” bukan hati yang selama ini dinyatakan dalam sastra dan Bahasa Indonesia. Sedangkan Hati dalam Bahasa Indonesia, maka bila diterjemahkan dalam Bahasa Arab adalah Al-Kabid. Sehingga, kita bisa mengetahui bahwa Islam juga menyatakan “Jantung” sebagai organ tubuh yang berperan penting dalam kehidupan dan dalam aktivitas darah itu sendiri. Pernyataan pentingnya “Jantung” di sini dinyatakan dalam hadits. Dari Nu’man ibn Basyir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “...Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah Qalbu (Jantung).[15]"
E.      Polemik Golongan Darah dan Karakter Manusia
Sebagaimana dinyatakan dalam banyak artikel, bahwa Golongan Darah Manusia pun dapat menunjukkan ciri-ciri Sang Empunya beserta karakternya. Sebagaimana orang yang memiliki golongan darah “Z” (misalnya) memiliki kelebihan begini dan begitu dan kelemahannya begini dan begitu. Ada pula yang dirinci hingga detail sampai-sampai Golongan Darah A, B, AB, dan O masing-masing cocok untuk bekerja di sini dan situ, jodohnya dengan pasangan bergolongan darah ini dan itu[16].
Menurut beberapa sumber, golongan darah memang sangat erat hubungannya dengan karakter manusia karena darah menghasilkan antbodi dan antigen. Dalam darah juga mengandung bermacam-macam sari makanan (seperti protein) dan juga Oksigen yang dialirkan ke otak dan saraf dan mempengaruhi kinerja tubuh seseorang selanjutnya akan terpancar dari sikap seseorang dan interaksi sosialnya.
Tampaknya memang ilmiah, akan tetapi apakah hal ini memang benar-benar ilmiah dan bisa diterima aqidah??? Kalau jawaban yang pertama, hanya dokter atau pakar medis yang bisa menguak fakta tersebut. Akan tetapi yang kedua saya berusaha untuk mengemukakan pendapat saya berdasarkan nash yang ada.
F.      Dalil Syar’I Bahwa Allah Tidak Mendzalimi Hamba-HambaNya
Dalam Al-Qur’an, Surat Yunus: 44 Allah berfirman (artinya), “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam menyatakan dari Allah yang telah berfirman[17], “Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diriKu dan aku menjadikannya di antaramu haram, maka janganlah kamu saling menzalimi![18]
Telah jelas bahwa Allah mengharamkan atas diriNya kezaliman begitupula atas hamba-hambaNya. Maka, menjadi sebuah dasar berpijak bahwa Allah menciptakan seluruh makhluk pada awalnya adalah dalam keadaan baik dan mereka menjadi buruk bukan karena penciptaannya tapi karena proses kehidupannya. Dan itu hanyalah dialami oleh Jin dan Manusia, selain mereka semua makhluk adalah tetap baik! maka dari itulah Jin dan Manusia disebut sebagai makhluk mukallaf. Ingat akan Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallamWahai Manusia, sesungguhnya Allah Maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik.[19]
Sekarang coba renungkan, apakah ini sebuah kebikan penciptaan?

Bila golongan darah tertentu memilik sifat tertentu, maka pasti sifat itu dibawa mulai dari lahir karena golongan darah itu sudah ada tatkala manusia itu lahir. Sebagaimana secara medis bahwa bayi yang lahir telah memiliki darah yang mengalir beserta golongan darahnya. Sehingga kini coba renungkan apabila bayi yang lahir harus memiliki sifat yang demikian:
Di dalam sebuah website dinyatakan bahwa orang yang memiliki suatu golongan darah tertentu memiliki ciri “terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang kadang bikin orang mudah sebel.” Dalam golongan darah yang lain ia memiliki sifat “nyleneh dan berkepribadian ganda” (adapun baiknya tak usah disertakan dalam tulisan ini). Dalam website yang berbeda golongan darah yang sama dengan website pertama menunjukkan ciri-ciri yang sama, akan tetapi dilengkapi dengan yang lebih detail lagi yaitu “lagi-lagi ini sifat nyeleneh golongan darah X yang gw banget! dan suka berdiri di tengah ruangan”. Dan pada golongan darah yang lain lagi seseorang memiliki potensi “Gak mau ngalah[20]
Nah, pertanyaannya?

Apabila golongan darah itu sudah muncul sejak lahir, berarti golongan darah itu juga membawa sifat sebagaimana dinyatakan oleh “ilmuwan”. Sehingga bila ciri golongan darah AB menyebalkan misalnya, maka bila sang anak sudah besar ia akan punya sifat menyebalkan. Walaupun lingkungannya baik dan dia ditumbuhkan pada pendidikan yang baik, maka dia akan tetap menyebalkan hanya tingkat menyebalkannya betingkat-tingkat. Bila penddidikannya buruk maka tingkat menyebalkannya semakin tinggi?
Bila dijawab tidak demikian...
Bagaimana mungkin golongan darah membentuk potensi sifat itu adalah Benar?
Bila dijawab iya...
Berarti su’udzan kepada Allah, bahwa Dialah yang memberikan potensi keburukan pada manusia mulai sejak dari lahirnya. na’udzubillah min dzaalik.

 G.     Fakta Bahwa Sifat yang Dibawa Golongan Darah Hanyalah Trik Ramalan
Sebagaimana telah dijelaskan dalam Poin B, bahwa saat ini hal-hal yang bersifat syirik, klenik dan khurafat seakan-akan dibuat ilmiah. Mari kita lihat fakta yang ada, “Di Jepang , ramalan tentang seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa? Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita.[21]
Setelah kalimat yang digaris bawah itu adalah merupakan kalimat yang dipaksakan untuk menjadikan kalimat itu tampak ilmiah. Tapi pada dasarnya sifat dan karakter seseorang yang ditentukan atas golongan darah adalah “RAMALAN” yang harus dijauhi oleh umat Islam.
H.      Dasar Metode Ilmiah
Secara metode ilmiah, sebuah pernyataan didasarkan atas sebuah temuan penelitian yang valid. Salah satu ukuran untuk menentukan validitas data adalah dengan memahami variabel-variabel yang ada. Tentu variabel ini harus saling terkait dan keterkaitan ini didasarkan atas penelitian terdahulu atau atas validitas data yang diuji oleh alat analisis. Apabila ternyata antar variabel dinyatakan lemah atau bahkan tidak ada hubungannya, tentu saja pernyataan itu tertolak.
Maka apakah RAMALAN CUACA itu haram dalam Islam?
Mayoritas para ulama menyatakan TIDAK karena tentu ramalan cuaca itu diperkirakan berdasarkan metode ilmiah dimana Islam sangat menghargai itu. Selanjutnya tidak memastikan apa yang akan terjadi dan hanya digunakan untuk perkiraan serta antisipasi saja.
Selain itu, metode prakiraan cuaca didasarkan dengan menggunakan variabel yang saling terkait dan ilmiah[22]. Variabel itu adalah Suhu Udara untuk menentukan tingkat kondensasi awan, kelembapan untuk menentukan intensitas hujan dan arah serta kecepatan angin untuk menentukan titik berkumpulnya awan. Sehingga dengan variabel-variabel yang terukur ini, dapat ‘diperkirakan’ akan turun hujan atau tidak. Tentu variabel-variabel ini memiliki hubungan dekat, kuat dan erat dengan hujan.
Sehingga bila kita mengukur intensitas cahaya rembulan untuk meramalkan hujan, maka hal ini adalah “Nyeleneh” dan tidak berdasar, sebab cahaya bulan tak ada hubungannya dengan hujan. Walau mungkin bisa saja cahaya bulan ada hubungannya, tetapi sangat jauh dan seakan-akan dipaksakan. Bisa saja orang berkata, bahwa tatkala intensitas cahaya bulan tinggi maka bulan itu purnama, maka pasang akan maksimal dan penguapan banyak terjadi serta awan berkumpul lalu potensi hujan.

Dari pernyataan paragraf di atas, bila kita cermati bukan cahayanya yang membuat potensi hujan. Akan tetapi justru karena graftasi bulan itu sendiri. Apabila kita mengukur intensitas cahaya bulan untuk memperkirakan potensi hujan, boleh jadi akan meleset jauh. Sebab bila lampu-lampu di sekitar pengamatan itu menyala terang, tentu saja intensitas cahaya bulan sangat kecil walau bulan itu purnama, dibanding intensitas cahaya bulan sabit tatkala gelap gulita di tengah malam. Maka sesuatu hal yang terlalu jauh variabelnya, tidak bisa dijadikan bahan ilmiah untuk menentukan sebuah keputusan.  
Sehingga dalam konteks membaca karakter berdasarkan golongan darah manusia apabila ada yang menganggapnya ilmiah terletak dimananya? Apakah karena darah mengeluarkan protein, antibodi, antigen, rhesus atau yang lain lantas langsung diklaim bahwa kesemuanya itu berpengaruh pada karakter manusia?
Kalau memang ada yang menyatakan memang berpengaruh, adakah penelitian yang valid untuk menerangkan bagaimana hubungan protein itu dengan sifat manusia. Bagaimana pula reaksi biokimia yang dihasilkan untuk mempengaruhi saraf? saraf apa saja yang menerimanya, umum atau tertentu? protein apa saja dan unsur darah apa saja yang mempengaruhinya? Maka, belum tampak sebuah penelitian pun yang penulis cari baik dalam maupun luar negeri yang diposting di media umum untuk menerangkan hal ini. Malah yang banyak adalah pakar psikologis yang dia langsung “menyatakan” pendapatnya tanpa menerangkan sebab-sebabnya dan proses pembentukan karakter itu berdasarkan protein darah yang dihasilkan oleh golongan darah tertentu.
Maka, membaca karakter manusia melalui golongan darahnya adalah merupakan suatu yang diada-adakan dan dipaksakan oleh sebagian kalangan kepada manusia agar mereka menjadi sempit dalam menilai seseorang. Allahu a’lam.
H.      Dasar Logika
Secara logika bisa dinyatakan dengan pertanyaan sebaga berikut:
Apabila ada orang yang mukanya merah karena malu, apakah seseorang yang bermuka merah itu berarti pemalu?
Orang yang sehat tentu menjawab tidak! Selama dia tidak merasa malu, maka dia pun memiliki wajah sebagaimana biasa. Merahnya wajah karena malu, berbeda dengan orang yang memang sudah memiliki wajah kemerah-merahan, tidak bisa orang itu disimpulkan memiliki sifat pemalu. Saat ini berapa banyak orang Eropa dan Amerika yang berwajah kemerah-merahan tidak punya malu? telanjang di depan umum dan melakukan hal-hal asusila?
Maka hal yang sama juga patut ditanyakan kepada orang yang bergolongan darah O, B, A dan AB. Apakah sifat pemarah itu karena golongan darahnya?
Apabila kita sebagai orang yang beriman, maka kita akan lebih dalam lagi menanyakannya. Yaitu terlebih dahulu kita renungkan Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “...Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik, jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah Qalbu (Jantung).” Apakah memang Allah Ta’ala membuat hati manusia “saat dilahirkan” di dunia ini ada yang baik dan ada yang buruk?  Maka marilah kita renungkan hadits berikut ini, bahwa Rasulullah Shalallau ‘alaihi wasallam bersabda (artinya), “Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya-lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.”[23] Sehingga, patutkah kita mengkambing hitamkan golongan darah yang notabene telah Allah ciptakan sebagai modal bagi manusia untuk hidup yang pada dasarnya adalah fitrah?

Padahal bila kita lihat potensi beberapa golongan darah ada yang menyatakan “menyebalkan” “nyeleneh”, dan potensi negatif lainnya (walau ada yang positif). Maka kalau bibitnya saja sudah buruk dan menyimpang dari fitrah Islam, apakah perkembangannya bisa baik? dan bila modal sudah buruk, maka sebenarnya tidaklah patut manusia disalahkan dan divonis ke neraka. Akan tetapi ternyata kebenaran Allah Yang Maha Benar menyatakan bahwa Ia telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, sebagaimana Ia berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At-Tiin: 4), maka bila manusia berbuat buruk Allah pun berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Q.S Yunus: 44).
 I.       Dasar Perhitungan Statistika
Dalam Wikipedia Indonesia[24] dinyatakan sebuah analisa statstik tentang penyebaran golongan darah di seantero dunia. Dinyatakan dalam tabel sebagai berikut:
Populasi
O
A
B
AB
Suku pribumi Amerika Selatan
100%
45.0%
21.4%
29.1%
4.5%
44.4%
55.6%
42.8%
41.9%
11.0%
4.2%
22.0%
24.0%
38.2%
15.7%
18.2%
54.6%
4.8%
12.4%
Sumber: Wikipedia Indonesia
Dari tabel di atas bila dihubungkan dengan karakter manusia di dunia tampak kurang cocok untuk kondisi wilayah. Ambil saja angka ekstrem yaitu yang bergolongan darah O. Bahwa Suku Pribumi Amerika Selatan seharusnya bila dikaitkan dengan karakter yang ada adalah paling maju, dan dia lebih maju dari Amerika Serikat sekalipun. Akan tetapi justru di Meksiko, Brasilia, serta wilayah Amerika Latin lainnya kalah bersaing dengan orang Amerika Utara dan Skandinavia dalam upaya untuk maju dan bergerak untuk membangun negerinya.
Orang yang memiliki golongan darah A terbanyak misalkan adalah Suku Aborigin, dinyatakan bahwa golongan darah ini adalah keras dengan perincian sifat-sifatnya serta tempramen tinggi. Akan tetapi bila dibandingkan dengan golongan darah terkecil yaitu orang-orang vietnam, maka kita bisa tercengan bila membaca buku-buku sejarah perang Vietnam. Ternyata justru orang vietnam tempramennya lebih tinggi dan lebih agresif hingga dia bisa meluluhlantakkan pasukan Amerika dengan pasukan-pasukannya.
Berikut ini juga bisa dihubungkan antara karakter, tipe golongan darah dan sejarah yang selama ini telah terjadi di belahan negara-negara itu. Dengan sejarah telah mewakili bagaimana karakter manusia pada umumnya.



ABO and Rh blood type distribution by nation (population averages)
Country
Population
 O+
 A+
 B+
AB+
 O-
 A-
 B-
AB-
Australia
22,015,576
40%
31%
8%
2%
9%
7%
2%
1%
Austria
8,219,743
30%
37%
12%
5%
6%
7%
2%
1%
Belgium
10,438,353
37%
38%
7%
2.5%
7%
7%
1%
0.5%
Brazil
198,739,269
36%
34%
8%
2.5%
9%
8%
2%
0.5%
Canada
33,487,208
39%
36%
7.6%
2.5%
7%
6%
1.4%
0.5%
Denmark
5,500,510
35%
37%
8%
4%
6%
7%
2%
1%
Estonia
1,299,371
30%
31%
20%
6%
4.5%
4.5%
3%
1%
Finland
5,250,275
27%
38%
15%
7%
4%
6%
2%
1%
France
62,150,775
36%
37%
9%
3%
6%
7%
1%
1%
Germany
82,329,758
35%
37%
9%
4%
6%
6%
2%
1%
Hong Kong
7,055,071
40%
26%
27%
7%
0.31%
0.19%
0.14%
0.05%
Hungary
10,198,315
31%
38%
18.8%
12.2%




Iceland
306,694
47.6%
26.4%
9.3%
1.6%
8.4%
4.6%
1.7%
0.4%
India
1,166,079,217
36.5%
22.1%
30.9%
6.4%
2.0%
0.8%
1.1%
0.2%
Ireland
4,203,200
47%
26%
9%
2%
8%
5%
2%
1%
Italy
60,742,397
40%
36%
7.5%
2.5%
7%
6%
1.5%
0.5%
Japan
127,799,000
29.9%
39.8%
19.9%
9.9%




Netherlands
16,715,999
39.5%
35%
6.7%
2.5%
7.5%
7%
1.3%
0.5%
New Zealand
4,213,418
38%
32%
9%
3%
9%
6%
2%
1%
Norway
5,000,000
34%
40.8%
6.8%
3.4%
6%
7.2%
1.2%
0.6%
Poland
38,482,919
31%
32%
15%
7%
6%
6%
2%
1%
Portugal
10,707,924
36.2%
39.8%
6.6%
2.9%
6.0%
6.6%
1.1%
0.5%
Saudi Arabia
28,686,633
48%
24%
17%
4%
4%
2%
1%
0.23%
South Africa
49,320,000
39%
32%
12%
3%
7%
5%
2%
1%
Spain
48,125,002
36%
34%
8%
2.5%
9%
8%
2%
0.5%
Sweden
9,433,875
32%
37%
10%
5%
6%
7%
2%
1%
Taiwan
24,000,000
43.9%
25.9%
23.9%
6.0%
0.1%
0.1%
0.01%
0.02%
Turkey
76,805,524
29.8%
37.8%
14.2%
7.2%
3.9%
4.7%
1.6%
0.8%
United Kingdom
61,113,205
37%
35%
8%
3%
7%
7%
2%
1%
Ukraine
45,706,120

~40%
~10%





United States
307,212,123
37.4%
35.7%
8.5%
3.4%
6.6%
6.3%
1.5%
0.6%


(total population = 2,261,025,244)
36.44%
28.27%
20.59%
5.06%
4.33%
3.52%
1.39%
0.45%


Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Blood_type
J.       Kesimpulan
Berdasarkan semua paparan yang telah saya paparkan, maka saya secara pribadi menyimpulkan bahwa:
1. Sifat dan karakter yang didasarkan atas golongan darah adalah hal yang tidak ilmiah yang dipaksakan dalam dunia ilmiah karena belum bisa dibuktikan secara ilmiah dengan beberapa syarat keilmiahannya.
2. Sifat dan karakter yang didasarkan atas golongan darah adalah sebuah rekayasa perdukunan dan paranormal.
3. Oleh karena termasuk alat untuk meramalkan sesuatu dan tidak masuk dalam kategori ilmiah, maka Sifat dan Karakter berdasarkan Golongan darah adalah suatu hal yang “dikhawatirkan” masuk ke dalam lembah kesyirikan.
J.       Saran
Maka untuk mengambil sebuah jalan aman sebaiknya dihindari mengingat hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah Shalallhu ‘alaihi wasallam yaitu, “Tinggalkan apa yang meragukanmu dan bergantilah kepada apa yang tidak meragukanmu.[25] dan dari Abu Abdillah An-Nu’man ibn Basyir radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Bahwa aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang halal dan yang haram adalah jelas, di tengah-tengahnya ada perkara yang samar. Barang siapa yang berhati-hati terhadap yang samar itu, maka sesungguhnya ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya[26]...”  
Sehingga dari uraian hingga kesimpulan yang dituliskan, marilah kita tinggalkan keyakinan akan potensi sifat-sifat manusia yang ditentukan oleh golongan darahnya. Yakinlah bahwa semua manusia adalah baik (pada dasarnya), akan tetapi faktor lingkungan, teman dan juga pendidikan lah yang menyebabkan dia berubah. Dan semua itu bisa berubah baik atau buruk tergantung dengan berubahnya IMAN atas apa yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alahi wasallam. Sehingga, ayuks kita pupuk iman dan takwa kita kepada Allah serta marilah kita hanya bertawakal kepadaNya saja.
Allahu a’lam bish shawwab.

Ditulis di Malang,
11Sya’ban 1433 / 30 Juni 2012
@nd.


[1] Ibnu Katsir. 2008. Tafsir Ibnu Katsir. Terjemahan dari Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsir, diterjemahkan oleh Abdul Ghofar. Pustaka Imam Syafi’i: Jakarta.
[2] Dikutip dari Buku berjudul “Jin, Sihir & Ruqyah Syar’iyyah” karya Ust. Musdar Bustamam Tambusai Hal. 570
[3] Pada halaman 570 no catatan kaki 606.
[4] Hal ini dialami oleh penulis sendiri tatkala masih di bangku kuliah dan pada saat menunggu dosen datang, seorang teman ramai dikelilingi oleh mahasiswa lainnya. Setelah saya dekati, dia ternyata mencoba membaca guratan tangan mereka dengan sifat-sifat orang yang punya garis tangan begini dan begitu. Saya pun ditawari untuk dibaca, akan tetapi saya menolak dan berkata, “Apa aku bisa ngobrol denganmu selepas pelajaran ini?” dia pun menyanggupi. Dan tatkala aku menanyakan, apa yang menjadi dasar kamu membaca hal itu dan bisa menerkanya? dia pun menjawab dengan pola ilmiah yaitu antara kondisi psikologi dan pertumbuhan dalam guratan tangan manusia. Akan tetapi setelah saya lacak, tidak ada referensi satu pun yang dapat dipercaya tentang hal itu. Maka, ini merupakan KEDUSTAAN.

[5] H.R Ahmad.
[6] Dikutip dari Q.S Al-Baqarah: 285
[7] H.R Muslim
[8] H.R Abu Dawud dengan sanad sahih.
[9] Musdar B.T. 2010. Buku Pintar Jin, Sihir & Ruaqyah Syar’iyyah. Pustaka Al-Kautsar: Jakarta, h: 461.
[10] Karena di Primbon Jawa pun ada dituliskan beberapa ajaran persis Feng Sui
[11] Ilmu yang didapat dari hanya memikirkan sesuatu yang satu dan memikirkan sesuatu yang lain, kemudian dihubung-hubungkan tanpa kaidah ilmu sayr’I dan jauh dari hal ilmiah.
[12] Karena pada hakekatnya Adam diciptakan dari tanah dan Hawa dari tulang rusuk Adam. Namun setelah mereka, manusia diciptakan dari air (mani) yang bercampur (ovum dan darah) kemudian campuran itu dibentuk oleh Allah Ta’ala sesuai kehendakNya.
[13] H.R Bukhari. Yang dimaksud berdua adalah orang Anshar yang bertemu dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.
[14] Merujuk pada pernyataan para ulama, bahwa Al-Qalb adalah sesuatu yang berbolak-balik.
[15] H.R Bukhari & Muslim
[16] Hal ini sangat banyak web-web baik free (bentuk blog) maupun resmi dan mudah ditemukan di Google
[17] Ini merupakan Hadits Qudsi.
[18] H.R Muslim. Diriwayatkan pula dalam Hadits Arbain karya Imam Nawawi No. 24.
[19] H.R Muslim
[20] Beberapa blog maupun website resmi banyak ditemukan di internet tentang hal ini
[21]diambil dari “kualamadu.wordpress.com/2012/04/04/golongan-darah-karakter-manusia/” (Saya sarankan tidak dibuka)
[22] Widiatmoko, dkk, 2006, dalam http://ima-k--fst08.web.unair.ac.id/artikel_detail-35414-Umum-simulasi%20ramalan%20cuaca%20di%20padang.html.
[23] HR. Bukhari
[24] dirujuk dari http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah
[25] H.R Timridzi dan Nasa’i. Timridzi menyatakan hadits ini adalah Hasan Sahih dan dinyatakan dalam Hadits Arba’in Imam Nawawi nomor 11
[26] H.R Bukhari & Muslim dinyatakan dalam Hadits Arba’in An-Nawawi nomor 6
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Suara Nada Islami

10 komentar:

omina-omina mengatakan...

assalamualaikum

alhamdulillah saya senang membaca artikel ini karena ada kebimbangan saya juga ketika tidak sengaja membaca tentang karakteristik golongan darah. saya awalnya malah tidak berfikir tentang point (Surat Yunus: 44 Allah berfirman (artinya), “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam menyatakan dari Allah yang telah berfirman[17], “Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diriKu dan aku menjadikannya di antaramu haram, maka janganlah kamu saling menzalimi!”)

namun menurut garis besar saya setiap golongan darah yang beragam diciptakan Allah SWT dalam keadaan sebaik baiknya namun terkadang peng apresiasi-anya oleh manusia yang tidak bisa diwujudkan kearah yang baik.

misal gol darah X yang tempramen,mudah tersinggung,suka mencari kesalahan, kerja bekelompok dll itu sebenernya sifat yang baik. Tempramen pada kebatilan, tersinggung jika sodara seagamanya di lecehkan, atau mencari kesalahan pada orang yang kafir yang membelokan kebenaran Alquran saat debat.

atau golongan darah yang diktakan nyeleneh, cerdas suka berdiri dtengah dll sebenarnya smua sifat itu baik...

pada intinya saya lebih terbuka bahwa sifat manusia itu terbentuk karena lingkungan dan yang lebih penting IBLIS laknat yang memboncengi dalam darah kita. sampai saya pernah berdoa untuk jadikanlah darah dalam tubuh saya sebagai racun untuk para iblis.

Allhamdulillag Allah mengarahkan saya untuk membaca artikel antum. sungguh ilmu Allah sangat luas dari pada laut.

maaf saya ilmunya tidak ada apa2 daripada antum jika ada kata saya yang menyinggung mohon maaf

assalamualikum Wr Wb

ARNANDA AJI SAPUTRA mengatakan...

Wa'alaikumsalam warahmatullah. Terimakasih atas masukannya, dan ana memanjatkan doa kepada Allah, agar Allah memberikan tambahan ilmu kepada ana pribadi serta kepada Anda. Ana tidaklah sebagaimana yang antum sebutkan memiliki ilmu yang luas. Boleh jadi di satu sisi antum lebih mendalam ilmunya. Hanya Allah pemilik segala ilmu.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi sebuah rujukan bagi mereka yang belum memahami.

Unknown mengatakan...

subhanallah insya Allah manfaat

ARNANDA AJI SAPUTRA mengatakan...

Mas Rafi: Terimakasih, Aamiin. Laa hawla wa laa quwwata ila billah

Winda mengatakan...

Akhirnya terjawab juga. Sering banget nemuin post-an goldar nangkring di beranda facebook. Takut salah kaprah kaya yang ramalan horoscop itu. Ternyata sama saja 'ramalan' tapi yang di-'rekayasa' dalam bentuk beda. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat.

Anonim mengatakan...

Karya yang sangat baik. Pilihan kata yang begitu baik sampai membuat saya terharu. Semoga pembuat karya ini diberkahi Allah SWT.

Sekali lagi, terima kasih sudah berkarya. Semoga karya selanjutnya bisa menjadi karya yang lebih baik lagi. Aaaamin.

Ahmad Rifai mengatakan...

assalamualaikum, suka sama artikelnya... bagus bermanfaat,,
sedikit koreksi untuk golongan darah menentukan sifat,

sepengetahuan saya di bidang biologi
memang, golongan darah punya hubungan sama karakter manusia karena darah menghasilkan antibodi dan antigen. ya benar,, itu bisa menentukan orang berdaya tahan tubuh kuat atau lemah, memiliki alergi terhadap sesuatu atau tidak,

Dalam darah juga mengandung bermacam-macam sari makanan (seperti protein) dan juga Oksigen yang dialirkan ke otak dan saraf dan mempengaruhi kinerja tubuh seseorang selanjutnya akan terpancar dari sikap seseorang dan interaksi sosialnya. sama halnya dengan yang telah dijelaskan,
namun perlu diingat, didalam darah ada gen, sifat yang dibawa di dalam tuh /genotif memang demikian adanya, tapi kita tidak bisa mengabaikan fenotif/ sifat yang timbul atau kelihatan, sifat ini muncul akibat interaksi antara gen dan lingkungannnya, jadi sekalipun orang itu cerdas secara intelegensi dan emosional, tapi kalo dibesarkan di lingkungan yang buruk, ya akan menjadi sifat yang buruk,

sama halnya, ketika seorang sudah dituliskan nasib dan takdirnya, baik buruknya,, adilkah Allah ketika seseorang memiliki takdir yang buruk? atau seseorang yang memiliki takdir baik? mas bro pasti sudah tau jawabannya..
semua tergantung perbuatan didunia/ amalan
sifat bawaan juga tergantung bagaimana perbuatan kita/ penyesuaian terhadap lingkungan

Unknown mengatakan...

slamat malam,saya menyukai artikelnya,,disini saya sedikit mau menanyakan..

bagaimanakah pendapat islam mengenai golongan darah anak yang berbeda dengan kedua orang tuanya,,misalkan ayah dengan golongan darah B, ibu golongan darah O, anak 1,2, dan 4 golongan darah O, dengan ciri fisik dan karakter sifat yang sama dengan orang tua, sedangkan anak nomer 3 memiliki golongan darah A, dengan ciri fisik dan karakter sifat yang berbeda sendiri,,namun silsilah dari buyut ada golongan darah A,, dari segi medis, beberapa dokter bilang itu tidak mungkin, sedangkan orang tua meyakinkan tetap anak kandung dan tidak tertukar sama sekali,,minta tolong bagaimanakah penjelasan menurut islam keadaan seperti ini.

Unknown mengatakan...

slamat malam,saya menyukai artikelnya,,disini saya sedikit mau menanyakan..

bagaimanakah pendapat islam mengenai golongan darah anak yang berbeda dengan kedua orang tuanya,,misalkan ayah dengan golongan darah B, ibu golongan darah O, anak 1,2, dan 4 golongan darah O, dengan ciri fisik dan karakter sifat yang sama dengan orang tua, sedangkan anak nomer 3 memiliki golongan darah A, dengan ciri fisik dan karakter sifat yang berbeda sendiri,,namun silsilah dari buyut ada golongan darah A,, dari segi medis, beberapa dokter bilang itu tidak mungkin, sedangkan orang tua meyakinkan tetap anak kandung dan tidak tertukar sama sekali,,minta tolong bagaimanakah penjelasan menurut islam keadaan seperti ini.

Anonym mengatakan...

Alhamdulillah akhirnya masalah yg selama ini melanda kepala sy telah terjawab, krn pada awalnya sy juga bingung apakah goldar itu bisa mempengaruhi sifat seseorang. Terima kasih atas ilmunya 😊

Posting Komentar

Silahkan Berdiskusi...Tangan Kami Terbuka Insya Allah